Menurut Greeanleaf dalam Northouse (2013) menyatakan tentang tiga tujuan dari kepemimpinan yang melayani, yaitu:
1. Kinerja dan Pertumbuhan Pengikut
Dalam model kepemimpinan yang melayani, sebagian besar perilaku pemimpin yang melayani berfokus secara langsung pada pengakuan kontribusi pengikut, dan membantu mereka menyadari potensinya. Hasil yang diharapkan bagi pengikut adalah aktualisasi diri yang lebih besar. Yaitu, pengikut akan menyadari kecakapan penuh mereka kalau pemimpin mendukung, membantu mereka dengan tujuan pribadinya, serta memberi mereka kendali. Kepemimpinan yang melayani memiliki dampak yang disukai pada kinerja pengikut dalam peran mereka yaitu cara pengikut melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka. Pengikut menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan mereka dan memenuhi deskripsi jabatan mereka.
2. Kinerja Organisasi
Kepemimpinan yang melayani juga mempengaruhi cara tim organisasi berfungsi. Kepemimpinan yang melayani meningkatkan keefektifan tim dengan meningkatkan keyakinan pengikut, bahwa mereka bisa menjadi efektif sebagai kelompok kerja. Selain itu, hasil mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan yang melayani berkontribusi secara positif untuk kemampuan tim dengan meningkatkan proses dan kejelasan kelompok. Tetapi ketika kepemimpinan yang melayani tidak ada, potensi tim menurun, walaupun ada tujuan yang lebih jelas. Pada intinya, hal itu membuat frustasi orang-orang karena mengetahui dengan pasti tujuan yang ada, tetapi tidak mendapat dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Dampak bagi Masyarakat
Hasil lain yang diharapkan dari kepemimpinan yang melayani adalah, ini mungkin memiliki dampak positif pada masyarakat. Walaupun dampak sosial tidak diukur secara umum dalam kajian kepemimpinan yang melayani, ada contoh tentang dampak kepemimpinan yang melayani yang sangat kasat mata. Kepemimpinan melayani justru menggambarkan pemimpin yang menjadi pelayan dulu dan mendengarkan orang lain serta membantu mereka tumbuh. Sebagai hasilnya organisasi mereka lebih sehat, dan akhirnya menguntungkan bagi masyarakat. Dalam cara ini, hasil jangka panjang dengan mengutamakan orang lain mencakup perubahan sosial yang positif, serta ikut membantu masyarakat untuk tumbuh.
Servant Leadership adalah model yang mengoptimalkan pemberdayaan dan pengembangan anggota organisasi dengan menjadikan pengikutnya sebagai manusia yang seutuhnya dengan esensi adalah melayani orang lain. Fokus dari Servant Leadership adalah kinerja dan pertumbuhan pengikut, kinerja organisasi, dan dampak bagi masyarakat
1. Kinerja dan Pertumbuhan Pengikut
Dalam model kepemimpinan yang melayani, sebagian besar perilaku pemimpin yang melayani berfokus secara langsung pada pengakuan kontribusi pengikut, dan membantu mereka menyadari potensinya. Hasil yang diharapkan bagi pengikut adalah aktualisasi diri yang lebih besar. Yaitu, pengikut akan menyadari kecakapan penuh mereka kalau pemimpin mendukung, membantu mereka dengan tujuan pribadinya, serta memberi mereka kendali. Kepemimpinan yang melayani memiliki dampak yang disukai pada kinerja pengikut dalam peran mereka yaitu cara pengikut melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka. Pengikut menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan mereka dan memenuhi deskripsi jabatan mereka.
2. Kinerja Organisasi
Kepemimpinan yang melayani juga mempengaruhi cara tim organisasi berfungsi. Kepemimpinan yang melayani meningkatkan keefektifan tim dengan meningkatkan keyakinan pengikut, bahwa mereka bisa menjadi efektif sebagai kelompok kerja. Selain itu, hasil mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan yang melayani berkontribusi secara positif untuk kemampuan tim dengan meningkatkan proses dan kejelasan kelompok. Tetapi ketika kepemimpinan yang melayani tidak ada, potensi tim menurun, walaupun ada tujuan yang lebih jelas. Pada intinya, hal itu membuat frustasi orang-orang karena mengetahui dengan pasti tujuan yang ada, tetapi tidak mendapat dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Dampak bagi Masyarakat
Hasil lain yang diharapkan dari kepemimpinan yang melayani adalah, ini mungkin memiliki dampak positif pada masyarakat. Walaupun dampak sosial tidak diukur secara umum dalam kajian kepemimpinan yang melayani, ada contoh tentang dampak kepemimpinan yang melayani yang sangat kasat mata. Kepemimpinan melayani justru menggambarkan pemimpin yang menjadi pelayan dulu dan mendengarkan orang lain serta membantu mereka tumbuh. Sebagai hasilnya organisasi mereka lebih sehat, dan akhirnya menguntungkan bagi masyarakat. Dalam cara ini, hasil jangka panjang dengan mengutamakan orang lain mencakup perubahan sosial yang positif, serta ikut membantu masyarakat untuk tumbuh.
Servant Leadership adalah model yang mengoptimalkan pemberdayaan dan pengembangan anggota organisasi dengan menjadikan pengikutnya sebagai manusia yang seutuhnya dengan esensi adalah melayani orang lain. Fokus dari Servant Leadership adalah kinerja dan pertumbuhan pengikut, kinerja organisasi, dan dampak bagi masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar