Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai faktorfaktor atau variabel yang mempengaruhi kesiapan untuk berubah. Holt et al
(2007) mengemukakan bahwa kesiapan karyawan untuk berubah secara simultan
dapat dipengaruhi oleh tiga hal utama yaitu:
a. Change content merujuk pada apa yang akan diubah oleh organisasi
(misalnya perubahan sistem administrasi, prosedur kerja, teknologi, atau
struktur)
b. Change process meliputi bagaimana proses pelaksanaan perubahan yang
telah direncanakan sebelumnya c. Organizational context terkait dengan kondisi atau lingkungan kerja saat
perubahan terjadi.
Armenakis & Harris (2009) mengidentifikasi lima faktor utama yang
dapat merubah keyakinan diri karyawan untuk mendukung perubahan yaitu:
a. Discrepancy, yaitu keyakinan bahwa perubahan itu diperlukan oleh organisasi
b. Aappropriateness yaitu adanya keyakinan bahwa perubahan spesifik yang
dilakukan merupakan cara yang tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi
c. Efficacy yaitu rasa percaya bahwa karyawan dan organisasi mampu
mengimplementasikan perubahan
d. Principal support yaitu persepsi bahwa organisasi memberikan dukungan dan
berkomitmen dalam pelaksanaan perubahan dan mensukseskan perubahan
organisasi
e. Personal valance yaitu keyakinan bahwa perubahan akan memberikan
keuntungan personal bagi karyawan.
Adarnya kelima keyakinan diatas tidak semata-mata hanya mempengaruhi
kesiapan untuk berubah namun juga mempengaruhi bagaimana karyawan akan
mengadopsi dan berkomitmen terhadap perubahan organisasi.
Selain faktor di atas, McNabb & Sepic (1995) menemukan bahwa
kepuasan kerja dan unjuk kerja memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan untuk
berubah. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja dan unjuk kerja yang tinggi
akan cenderung memiliki sikap positif terhadap perubahan. Hasil penelitian
Zangaro (2001) menunjukkan bahwa terdapat hubungan tidak langsung antara
U komitmen organisasi dan dukungan organisasi, kepuasan dan keterlibatan kerja,
dan kesetiaan dengan kesiapan individu untuk berubah.
Hanpachern et al (1998) dalam penelitiannya menemukan adanya
hubungan antara kesiapan untuk berubah dengan hubungan sosial dalam tempat
kerja, budaya organisasi dan hubungan manajemen-kepemimpinan. Hal ini juga
didukung oleh penelitian Madsen, Miller & John (2005) bahwa persepsi dari
adanya relasi sosial yang baik atau positif juga berkaitan secara positif dengan
kesiapan terhadap perubahan organisasi. Dalam penelitian Madsen et al (2005)
juga ditemukan bahwa identifikasi, keterlibatan serta loyalitas terhadap organisasi
berkaitan secara positif dengan kesiapan terhadap perubahan organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar