Job involvement (keterlibatan kerja) merupakan internalisasi nilai-nilai
tentang kebaikan pekerjaan atau pentingnya pekerjaan bagi keberhargaan
seseorang. Job involvement sebagai tingkat sampai sejauh mana performansi kerja
seseorang mempengaruhi dirinya dan tingkat sampai sejauh mana seseorang
Universita Sumatera Utara
secara psikologis mengidentifikasikan diri terhadap pekerjaannya atau pentingnya
pekerjaan dalam gambaran diri totalnya (Lodahl & Kejner, 1965; Cohen, 2003).
Demikian pula dengan Schultz & Schultz (1990) mendefinisikan keterlibatan
kerja merupakan intensitas dari identifikasi psikologis seseorang terhadap
pekerjaannya.
Rabinowitz & Hall (1977) mendefinisikan job involvement ke dalam dua
kategori. Pertama, job involvement dipandang sebagai suatu “performance selfesteem contingency”, job involvement adalah tingkat sampai sejauh mana harga
diri individu dipengaruhi oleh tingkat performansinya ketika bekerja. Sehingga
dapat dikatakan bahwa job involvement yang lebih rendah atau yang lebih tinggi
menunjukkan harga diri yang lebih rendah atau yang lebih tinggi yang diperoleh
ketika bekerja. Kedua, job involvement sebagai suatu identifikasi psikologis
dengan pekerjaan seseorang.
Davis & Newstrom (1997) mendefinisikan job involvement adalah
tingkatan sampai seberapa besar seseorang menekuni serta menggunakan waktu
dan tenaga untuk pekerjaannya dan memandang pekerjaan sebagai satu hal
penting bagi hidupnya. Hal ini dapat dilihat dari kesediaan karyawan untuk
mematuhi peraturan dan melaksanakan prosedur perusahaan yang telah
ditetapkan, menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan tepat waktu, serta
memanfaatkan potensi keahliannya secara maksimal untuk pekerjaannya.
Brown (1996) mengemukakan bahwa job involvement merujuk pada
tingkat dimana seseorang secara psikologis memihak kepada organisasinya dan
pentingnya pekerjaan bagi gambaran dirinya. Seseorang yang memiliki job involvement yang tinggi dapat terstimulasi oleh pekerjaannya dan tenggelam
dalam pekerjaannya. Hal ini didukung oleh Robbins (2001) bahwa karyawan yang
memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi sangat memihak dan benar-benar peduli
serta akan melebur dengan bidang pekerjaan yang mereka lakukan. Namun
seseorang yang terlibat dalam pekerjaannya belum tentu merasa senang dengan
pekerjaannya karena pada kenyataannya, seseorang yang tidak merasa senang
dengan pekerjaannya juga dapat memiliki derajat keterlibatan yang sama dengan
orang yang menyukai pekerjaannya (Lodahl & Kejner, 1965; Ciliana & Mansoer,
2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar