Stress dapat disebabkan oleh berbagai hal yang akan mempengaruhi
kinerja karyawan dan akan dijelaskan dalam uraian penjelasan di bawah ini.
Luthans (2006), menyebutkan bahwa penyebab stress atau stressor terdiri
atas empat hal utama, yakni:
1. Stressor ekstraorganisasi, mencakup hal seperti: perubahan sosial atau
teknologi, globalisasi, keluarga, realokasi, kondisi ekonomi dan keuangan,
ras dan kelas, serta kondisi tempat tinggal atau masyarakat.
2. Stressor organisasi, mencakup kebijakan dan strategi administratif,
struktur dan desain organisasi, proses organisasi dan kondisi kerja.
3. Stressor kelompok, mencakup kurangnya kohesivitas kelompok,
kurangnya dukungan sosial, politik organisasi, konflik dengan rekan kerja
dan penyelia dan tidak disukai oleh kelompok.
4. Stressor individu: peranan disposisi mencakup pola kepribadian tipe A,
kontrol personal, ketidakberdayaan yang dipelajari, daya tahan psikologis,
serta tingkat konflik intraindividu yang berakar dari frustasi, tujuan dan
peranan.
26
Menurut Mangkunegara (2000), penyebab stress kerja antara lain:
1. Beban kerja yang dirasakan terlalu berat
2. Waktu kerja yang mendesak
3. Kualitas pengawasan kerja yang rendah
4. Iklim kerja yang tidak sehat
5. Otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung
jawab
6. Konflik kerja
7. Perbedaan nilai antara karyawan dengan pemimpin yang frustasi dalam
kerja
Menurut Davis dan Newstorm (1999 dalam Rivai dan Deddy, 2010), stress
kerja disebabkan oleh:
1. Adanya tugas yang terlalu banyak
2. Supervisor yang kurang pandai
3. Terbatasnya waktu dalam mengerjakan pekerjaan
4. Kurang mendapat tanggung jawab yang memadai
5. Ambiguitas peran
6. Perbedaan nilai dengan perusahaan
7. Frustasi
8. Perubahan tipe kerja, khususnya jika hal tersebut tidak umum
9. Konflik peran
Menurut Ivancevich, et al. (2007), stressor adalah suatu peristiwa
eksternal atau situasi yang secara potensial membahayakan seseorang. Stressor ini
dibagi ke dalam empat kategori utama, yaitu:
1. Tingkat individu, yaitu:
a. Konflik peran
b. Kelebihan beban peran
c. Ketidakjelasan peran
d. Tanggung jawab atas orang
e. Pelecehan
f. Kecepatan perubahan
2. Tingkat kelompok, yaitu:
a. Perilaku manajerial
b. Kurangnya kohesivitas
c. Konflik intrakelompok
d. Status yang tidak sesuai
3. Tingkat organisasi, yaitu:
a. Budaya
b. Teknologi
c. Gaya manajemen
d. Rancangan organisasi
e. Politik
4. Nonpekerjaan
a. Perawatan orang lanjut usia dan anak
28
b. Ekonomi
c. Kurangnya mobilitas
d. Pekerjaan sukarela
e. Kualitas kehidupan
Menurut Robbins (2008), terdapat tiga kategori potensi pemicu stress
(stressor), yaitu:
1. Faktor-faktor lingkungan, yaitu:
a. Ketidakpastian ekonomi
b. Ketidakpastian politik
c. Perubahan teknologi
2. Faktor-faktor organisasional, yaitu:
a. Tuntutan tugas
b. Tuntutan peran
c. Tuntutan antarpersonal
3. Faktor-faktor personal, yaitu:
a. Persoalan keluarga
b. Persoalan ekonomi
c. Kepribadian
Ada empat pendekatan terhadap stress kerja menurut Mangkunegara
(2000), yaitu:
1. Pendekatan Dukungan Sosial
Pendekatan ini dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan memberikan
kepuasan sosial kepada karyawan.
2. Pendekatan Melalui Meditasi
Pendekatan ini perlu dilakukan karyawan dengan cara berkonsentrasi ke
alam pikiran, mengendorkan kerja otot, dan menenangkan emosi.
3. Pendekatan melalui Biofeedback
Pendekatan ini dilakukan melalui bimbingan medis, seperti bimbingan
dokter, psikiater, dan psikolog, sehingga diharapkan karyawan dapat
menghilangkan stress yang dialaminya.
4. Pendekatan Kesehatan Pribadi
Pendekatan ini merupakan pendekatan preventif sebelum terjadinya stress.
Dalam hal ini karyawan secara periode waktu yang kontinyu memeriksa
kesehatan, melakukan relaksasi otot, pengaturan gizi, dan olahraga secara
teratur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar