Luthans (2006), mendefinisikan stress sebagai respons adaptif terhadap
situasi eksternal yang menghasilkan penyimpangan fisik, psikologis, dan atau
perilaku pada anggota organisasi. Robbins (2008), mengatakan bahwa stress
adalah sebuah kondisi dinamis di mana seorang individu dihadapkan pada suatu peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan individu tersebut dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Menurut Ivancevich et al. (2007), stress adalah suatu respons adaptif,
dimoderasi oleh perbedaan individu, yang merupakan konsekuensi dari setiap
tindakan, situasi, atau peristiwa yang memberikan tuntutan khusus terhadap
seseorang. Menurut Ivancevich, et al. (2007), stress dibagi menjadi dua kategori, yaitu stress sebagai suatu stimulus atau stress sebagai suatu respons. Stress sebagai suatu stimulus menganggap stress sebagai sejumlah karakteristik atau peristiwa yang mungkin menghasilkan konsekuensi yang tidak beraturan. Stress sebagai suatu respons merupakan konsekuensi dari interaksi antara suatu stimulus lingkungan (suatu stressor) dan respons individual. Hal ini berarti, stress merupakan interaksi unik antara kondisi stimulus dalam lingkungan dan cara individu untuk merespons dengan cara tertentu. Stress menurut Kreitner dan Kinicki (2005), stress adalah suatu respons yang adaptif, dihubungkan oleh karakteristik dan atau proses psikologis individu, yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan eksternal, situasi atau peristiwa yang menempatkan tuntutan psikologis dan atau fisik khusus pada seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar