Mangkunegara (2000), mendefinisikan bahwa stress kerja adalah perasaan
tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stress kerja
menurut Rivai dan Deddy (2010), berpendapat bahwa stress kerja dikarenakan
adanya ketidakseimbangan antara karakteristik kepribadian karyawan dengan
karakteristik aspek-aspek pekerjaannya dan dapat terjadi pada semua kondisi
pekerjaan.
Sauter dan Murphy (1999 dalam Usman et al., 2011), mendefinisikan
stress kerja sebagai fisik yang berbahaya dan emosional respon yang terjadi ketika persyaratan dari pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya atau kebutuhan pekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar