Penelitian Fanani et al. (2008) dalam Ivan A. Setiawan (2014) yang
menunjukkan bahwa role ambiguity berpengaruh negative terhadap kinerja
karyawan. Pengaruh tersebut seperti timbulnya ketegangan kerja, terjadinya
perpindahan pekerja, penurunan kepuasan kerja yang berakibat menurunkan kinerja karyawan secara keseluruhan. Role ambiguity mempengaruhi kinerja karyawan secara negatif. Artinya, semakin besar role ambiguity yang dihadapi karyawan, semakin menurun pula kinerjanya. Sebaliknya, semakin kecil role ambiguity yang dihadapi karyawan, maka kinerjanya akan semakin meningkat.
Ambiguitas peran diperlukan untuk menghasilkan performance yang baik,
karena karyawan perlu mengetahui tujuan dari pekerjaan, apa yang diharapkan
untuk dikerjakan serta skope dan tanggung jawab dari pekerjaan mereka. Saat tidak ada kepastian tentang definisi kerja dan apa yang diharapkan dari pekerjaannya maka akan timbul ambiguitas peran (Rivai dan Deddy; 2010). Ambuguitas peran terjadi karena adanya ketidakjelasan tujuan kerja, adanya kesamaran dalam tanggung jawab, tidak jelasnya prosedur kerja dan adanya kesamaran tentang apa yang diharapkan dan adanya ketidak jelasan tentang unjuk kerja pekerjaan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Florence Catharina (2001) menunjukkan bahwa, variabel ambiguitas peran berpengaruh negatif terhadap variabel kinerja, kurangnya pengarahan, kejelasan tujuan, informasi dan tugas yang dirasakan oleh karyawan akan menyebabkan menurunnya kinerja yang dihasilkan oleh karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar