Northcraft (1999) menyatakan bahwa ada beberapa sumber
stress di tempat kerja yang berkaitan dengan individu yaitu kondisi organisasi,
tuntutan sosial dan keluarga, dan karateristik kepribadian. Dari sisi
organisasi sumber stress meliputi:
1.
Pekerjaan itu sendiri yaitu
beben kerja yang terlalu sedikit atau terlalu berat, kondisi lingkungan fisik
yang jelek, tekanan waktu dan sebagainya.
2.
Peran dalam organisasi yaitu
apakah karyawan merasakan conflict role, role of ambiguity, besarnya tanggung
jawab, partisipasi dalam organisasi dan pengambilan keputusan.
3.
Perkembangan karir yaitu apakah
karyawan merasa overpromotion, underpromotion, kurangnya rasa aman dalam
pekrjaan dan sebagainya
4.
Hubungan dalam organisasi yaitu
sejauh mana hubungan yang kurang baik antara karyawan-pimpinan,
karyawan-karyawan, anatar pimpinan itu sendiri.
5.
Keberadaan organisasi meliputi
konsultasi kurang efektif, hambatan dalam perilaku dan politik dalam organisasi
6.
Hubungan organisasi dengan
pihak luar yaitu bagaimana kesesuaian anatara tuntutan keluarga dengan tuntutan
organisasi dan minat antara pribadi dengan kebijakan organisasi
Dikemukakan Northcraft (1999) bahwa
ada dua bentuk sumber stress kerja yaitu perasaan frustasi karena tidak mampu
mengontrol situasi yang sedang berlangsung atau karena dari situasi tidak
menentu/tidak mampu diprediksikan. Semakin besar potensi frustasi terhadap
ketidakpastian dan kotrol yang rendah terhadap situasi, maka semakin besar
stress yang dirasakan. Frustasi yang mungkin muncul dari control yang rendah
bersumber dari konsultasi yang kurang baik, hambatan perilaku, terlalu banyak
atau sedikit pekerjaan, tekanan waktu, partisipasi rendah dalam pengambilan keputusan,
dan tuntutan baik dari keluarga masyarakat atau keluarga, serta hubungan
interpersonal yang kurang baik. Sumber stress karena ketidakpastian adalah
politik dalam organisasi, ketidaknyamanan pekerjaan, kekaburan peran, konflik peran dan
delegasi yang kurang jelas.
Moorhead dan Griffin (1995) mengatakan bahwa ada beberapa sumber
stress dari organisasi yang mempunyai dampak terhadap perilaku yaitu stress
yang berasal dari organisasi dan sumber yang berasal dari kehidupan. Stres yang berasal dari organisasi
meliputi tuntutan tugas, tuntutan fisik dan tuntutan interpersonal yang
dijelaskan sebagai berikut :
1.
Tuntutan
tugas adalah sumber stress yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu. Umumnya
bila beban kerja tinggi maka semakin stres semkin mudah muncul.
2.
Tuntutan
fisik sebagai sumber stres adalah apakah rancangan lingkungan menjadi sumber
stres atau tidak.
3.
Tuntutan
peran berkaitan dengan interaksi di pekerjaan.
Sementara stres kehidupan
berkaitan dengan perubahan kehidupan dan trauma dalam kehidupan. Perubahan
kehidupan misalnya kematian pasangan hidup dan trauma kehidupan misalnya
perceraian dengan pasangan hidup.
Menurut Robbins (1996)
kondisi-kondisi penyebabkan stres disebut dengan stressor yang dapat
dikategorikan menjadi sumber stres terkait dengan faktor organisasi antara
lain: (a) tuntutan tugas, merupakan tuntutan yang dikaitkan dengan pekerjaan seseorang (b) tuntutan peran, berhubungan dengan tekanan yang
diberikan seseorang sebagai suatu fungsi dan peran tertentu yang dijalankan
dalam organisasi (c) tuntutan pribadi, adalah tekanan yang diciptakan oleh
karyawan lain.
Kondisi kerja yang menyebabkan
diperjelas oleh Davis (1996) dapat berasal dari beban kerja yang berlebihan,
tekanan dan desakan waktu, kualitas penyelia yang jelek, iklim politik tidak
aman, wewenang yang tidak memadai untuk melaksanakan tanggung jawab, konflik
dan ketaksaan (ambiguity) peran, perbedaan antara nilai perusahaan dan
karyawan, serta perubahan tipe dan frustasi. Secara singkat kesemua penyebab
stres demikian dikategorikan menjadi on the job dan off the job (Handoko, 1992).
Cartwright et al. (1995) memilah-milah penyebab stres kerja menjadi 6 kelompok, yaitu:
faktor instrinsik pekerjaan, faktor peran individu dalam organisasi kerja,
faktor hubungan kerja, faktor pengembangan karier, faktor struktur organisasi
dan suasana kerja, faktor di luar pekerjaan.
Stressor dapat menyebabkan
empat hal (Wicken et al, 2004).
Pertama, stressor akan menghasilkan suatu pengalaman psikologis seperti
perasaan tertekan. Kedua, timbulnya gejala-gejala fisik yang dapat teramati
dalam jangka pendek seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Ketiga, terjadinya penurunan efisiensi dan efektifitas kinerja. Keempat, dalam
jangka panjang stressor akan menyebabkan pengaruh yang negatif pada kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar