Menurut Stephen P. Robbins (2003) stress merupakan suatu kondidi
dinamik yang didalamnya seorang individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang,
kendala (constrains), atau tuntutan (demands) yang dikaitkan dengan apa yang
diinginkannya dan yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting.
Sedangkan menurut Pandji Anoraga (1992) stress diartikan sebagai suatu bentuk
tanggapan seseorang baik secara fisik maupun mental terhadap perubahan di lingkungannya
yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam.
Sementara lebih spesifik stress kerja oleh Bahrul Ilmi (2003)
didefinisikan sebagai perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi
pekerjaan, yang disebabkan oleh stresor yang datang dari lingkungan kerja
seperti faktor lingkungan, organisasi dan individu. Tinggi rendahnya tingkat
stres kerja tergantung dari manajemen stres yang dilakukan oleh individu dalam
menghadapi stresor pekerjaan tersebut.
Dari pernyataan diatas maka dapat disimpulkan bahwa
stress kerja merupakan beban yang ditanggung karyawan terhadap peluang,
kendala, atau tuntutan yang datang dari lingkungan kerja seperti faktor
lingkungan, organisasi dan individu yang menyebabkan konfrontasi terhadap
keinginan serta persepsi sehingga menyebabkan karyawan mengalami perasaan
tertekan atau terancam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar