Kompetensi
adalah bagian dalam dan selamanya ada pada kepribadian seseorang dan dapat
memprediksikan tingkah laku dan performansi secara luas pada semua situasi dan job
tasks (Spencer, 1993). Kompeten adalah berasal dari kata competence yang
berarti mampu. Pengertian kompetensi menurut AZ/N2S ISO 9000 : 2000 ialah demon
strated ability to apply knowledge and skill yang artinya
pengetahuan yang ditunjukan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian Sedangkan
pengertian kompetensi di dalam manajemen adalah bahwa manajemen seharusnya mementingkan
kemampuan dalam argumentasi secara efektif dan efisien, manajemen harus mementingkan
analisa kemampuan karyawan sekarang dibandingkan dengan kemampuan karyawan yang
akan datang di dalam organisasi. (Nurmianto, 2002; Nurmianto dan Terbit Satrio,
2002; Nurmianto dan Wijaya, 2003)
Kompetensi juga didefinisikan (Mitrani et.al, 1992) sebagai karateristik yang mendasari seseorang dan
berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannnya. Berangkat
dari pengertian tersebut kompentensi seorang individu merupakan sesuatu yang
melekat dalam dirinya yang dapat digunakan untuk memprediksi tingkat
kinerjanya. Sesuatu yang dimaksud bisa menyangkut motif, konsep diri, sifat,
pengetahuan maupun kemampuan/keahlian. Kompentensi individu yang berupa
kemampuan dan pengetahuan bisa dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan.
Sedangkan motif kompentensi dapat diperoleh pada saat proses seleksi. Selanjutnya
menurut Spencer and Spencer (1993) kompetensi dapat dibagi atas 2 (dua)
kategori yaitu “threshold competencies” dan “differentiating compentencies”.
Threshold competencies adalah karakteristik utama yang harus dimiliki oleh
seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaannya. Tetapi tidak untuk membedakan
seorang yang berkinerja tinggi dan rata-rata. Sedangkan “differentiating
competiencies” adalah faktor-faktor yang membedakan individu yang berkinerja
tinggi dan rendah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan dari
kompetensi itu sendiri adalah:
·
Menghasilkan
kompetensi dalam menggunakan ketrampilan yang ditentukan untuk pencapaian
standar pada suatu kondisi yang telah ditetapkan dalam berbagai pekerjaan dan
jabatan.
·
Penelusuran
(penilaian) kompetensi yang telah dicapai dan sertifikasi.
Adapun
ciri kompetensi adalah merupakan sekelompokan perilaku yang spesifik, dapat dilihat
dan dapat diferifikasi; yang secara reliable dan logis dapat dikelompokan bersama;
serta sudah diidenfitifikasi sebagai hal-hal yang berpengaruh besar terhadap
keberhasilan pekerjaan. Jenis-jenis kompetensi ada 3 yaitu : Kompetensi
organisasi, Kompetensi pekerjaan atau teknis dan Kompetensi individual
Karakteristik mendasar yang dimiliki kompetensi ada lima yaitu : Motif, Traits,
Konsep diri, Pengetahuan dan Skill.
Mengacu pada pendapat Ryllat,et.al (1993) kompentensi
memberikan beberapa manfaat kepada karyawan dan organisasi
1. Karyawan:
·
Kejelasan
relevansi pembelajaan sebelumnya, kemampuan untuk mentransfer ketrampilan,
nilai, dari kualifikasi yang diakui, dan potensi pengembangan karier
·
Adanya kesempatan bagi karyawan untuk
mendapatkan pendidikan dan pelatihan melalui akses setifikasi nasional berbasis
standar yang ada.
·
Penempatan
sasaran sebagai sarana pengembangan karier
·
Kompetensi
yang ada sekarang dan manfaatnya akan dapat memberikan nilai tambah pada
pembelajaran dan pertumbuhan
·
Pilihan
perubahan karir yang lebih jelas . Untuk berubah pada jabatan baru, seseorang
dapat membandingkan kompetensi mereka sekarang dengan kompetensi yang
diperlukan untuk jabatan baru.
·
Penilaian
kinerja yang lebih obyektif dan umpan balik berbasis standar kompetensi yang
ditentukan dengan jelas
·
Meningkatnya
ketrampilan dan ‘marketability’ sebagai karyawan
2. Organisasi
·
Pemetaan
yang akurat mengenai kompetensi angkatan kerja yang ada yang dibutuhkan
·
Meningkatnya
efektifitas rekrutmen dengan cara menyesuaikan kompetensi yang diperlukan dalam
pekerjaan dengan yang dimiliki pelamar
·
Pendidikan dan Pelatihan difokuskan pada
kesenjangan ketrampilan dan persyaratan ketrampilan dan persyaratan ketrampilan
perusahaan yang lebih khusus
·
Akses
pada Pendidikan dan Pelatihan yang lebih efektif dari segi biaya berbasis
kebutuhan industri dan identifikasi penyedia Pendidikan dan Pelatihan internal
dan eksternal berbasis kompetensi yang diketahui
·
Pengambil
keputusan dalam organisasi akan lebih percaya diri karena karyawan telah
memiliki ketrampilan yang akan diperoleh dalamPendidikan dan Pelatihan
·
Penilaian
pada pembelajaran sebelumnya dan penilaian hasil Pendidikan dan Pelatihan akan
lebih reliable dan konsisten
·
Mempermudah terjadinya perubahan melalui
identifikasi kompetensi yang diperlukan untuk mengelola perubahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar