Prinsip manajemen risiko berubah dari 11 prinsip pada versi 2009 menjadi
1 tujuan (purpose) dan 8 prinsip pada versi 2018. Delapan prinsip lain
disederhanakan pernyataannya menjadi terintegrasi (integrated), terstruktur dan
komprehensif (structured and comprehensive), disesuaikan (customized), inklusif
(inclusive), dinamis (dynamic), tersedia informasi terbaik (best available
information), faktor manusia dan budaya (human and cultural factors), serta peningkatan berkelanjutan (continual improvement). Prinsip-prinsip memberikan
panduan tentang karakteristik manajemen risiko yang efektif dan efisien,
mengkomunikasikan nilainya, dan menjelaskan maksud dan tujuannya. Prinsip-
prinsip tersebut adalh dasar untuk mengelola risiko dan harus dipertimbangkan
ketika menetapkan kerangka kerja dan proses manajemen risiko. Prinsip-prinsip ini
harus memungkinkan organisasi untuk mengelola efek ketidakpastian pada
tujuannya (Pratama dan Pratika, 2020).
Elemen-elemen prinsip-prinsip dijelaskan sebagai berikut (Pratama dan
Pratika, 2020):
- Terintegrasi (integrated), manajemen risiko adalah bagian integral dari
semua kegiatan organisasi. - Terstruktur dan komprehensif (structured and comprehensive),
pendekatan terstruktur dan komprehensif untuk manajemen risiko
berkontribusi pada hasil yang konsisten dan dapat dibandingkan. - Disesuaikan (customized), kerangka kerja dan proses manajemen risiko
disesuaikan dan proposional dengan konteks eksternal dan internal
organisasi terkait dengan tujuannya. - Inklusif (inclusive), keterlibatan pemangku kepentingan yang tepat dan
tepat waktu memungkinkan pengetahuan, pandangan, dan persepsi
mereka dipertimbangkan. Ini menghasilkan peningkatan kesadaran dan
manajemen risiko informasi. - Dinamis (dynamic), risiko dapat muncul, berubah, atau menghilang
ketika konteks eksternal dan internal organisasi berubah. Manajemen
risiko mengantisipasi, mendeteksi, mengakui, dan merespons
perubahan dan kejadian tersebut dengan cara yang tepat dan tepat
waktu. - Tersedia informasi terbaik (best available information), masukan untuk
manajemen risiko didasarkan pada informasi historis dan saat ini, serta
harapan masa depan. Manajemen risiko secara eksplisit
memperhitungkan segala keterbatasan dan ketidakpastian yang terkait
dengan informasi dan harapan tersebut. Informasi harus tepat waktu,
jelas, dan tersedia untuk pemangku kepentingan terkait. - Faktor manusia dan budaya (human and cultural factors), perilaku dan
budaya manusia secara signifikan mempengaruhi semua aspek
manajemen risiko di setiap tingkatan dan tahap. - Peningkatan berkelanjutan (continual improvement), manajemen risiko
terus ditingkatkan melalui pembelajaran dan pengalaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar