Manajemen risiko meliputi kegiatan-kegiatan atau proses untuk mengidentifikasi
risiko, mengukur risiko, serta menyusun strategi untuk mengelola risiko yang ada
perusahaan dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Proses dari
manajemen risiko terdiri dari empat langkah yaitu:
- Identifikasi Risiko
Manajer harus mengidentifikasi risiko yang dimiliki perusahaan mulai dari yang
berdampak kecil bagi perusahaan sampai risiko yang berdampak signifikan yang
dapat mengganggu atau bahkan merugikan perusahaan. Identifikasi risiko
sebaiknya dilakukan dari level tertinggi perusahaan sehingga menghasilkan daftar
risiko yang ada di tingkat perusahaan. Berikut di bawah ini beberapa contoh risiko
perusahaan yang mungkin akan terjadi ke beberapa perusahaan:
a. Risiko faktor internal, risiko ini meliputi seperti reputasi, dan strategi
perusahaan.
b. Risiko faktor Eksternal, risiko ini meliputi seperti kondisi ekonomi dan
pesaing.
c. Risiko Proses, sedangkan pada risiko ini yaitu kepuasan pelanggan.
d. Risiko kepatuhan, pada risiko ini paling sering terjadi yaitu pada lingkungan
sekitar perusahaan, terkadang perusahaan membuang limbah langsung ke
sungai tanpa mengolah limbah tersebut.
e. Risiko sumber daya manusia, risiko ini seperti risiko sumber daya manusia,
dan pelatihan yang diperlukan oleh para pegawai atau karyawan
perusahaan.
f. Risiko pembendaharaan, risiko ini meliputi nilai kurs, tingkat suku bunga
dan ketersediaan modal yang dipunyai oleh pemilik perusahaan atau para
pemegang saham.
g. Risiko Kredit, pada risiko ini ada jaminan sebagai pelunasan utang jika
perusahaan tidak dapat membayar utangnya dan risiko pembayaran kredit.
h. Risiko perdagangan, pada risiko ini meliputi seperti risiko harga komoditas
dan waktu perdagangan.
i. Risiko keuangan, pada risiko ini ada beberapa yaitu risiko standar akuntansi,
penganggaran, pelaporan keuangan, dan pajak.
j. Risiko teknologi, pada risiko ini terdapat dua risiko yaitu risiko akses
informasi serta ketersediaan infrastruktur. - Penilaian Risiko
Risiko yang telah diidentifikasi kemudian di nilai risiko mana saja yang
kemungkinannya akan terjadi di perusahaan dan dampak dari risiko tersebut bila
risiko itu benar-benar terjadi. Untuk melakukan penilaian risiko ini biasanya
menggunakan suatu tabel yang mengukur seberapa sering risiko ini terjadi serta
seberapa besar dampak yang ditimbulkan akibat risiko ini terjadi. - Prioritas risiko dan Perencanaan Respon
Manajer setelah menilai risiko yang ada maka selanjutnya manajer perlu
menggunakan hasil dari penilaian risiko yang dilakuakan sebelumnya, mana saja
risiko yang menjadi prioritas perusahaan dan harus direspon seperti apa risiko
tersebut serta strategi apa yang akan digunakan untuk merespon risiko yang
diprioritaskan. Untuk menentukan prioritas risiko manajer perlu untuk membuat
kriteria penerimaan risiko. Penerimaan risiko disesuaikan dan didasarkan pada
selera risiko (Risk apptetie). Risk appetite adalah jumlah risiko yang dapat diterima
oleh perusahaan dalam rangka meraih keuntungan, contoh perusahaan A
melakukan eksport barang ke negara Japan maka perusahaan harus menerima
beberapa dari risiko akibat eksport ini seperti kualitas barang yang berstandar lebih
tinggi dibandingkan dengan kualitas yang dijual di dalam negeri, dari risiko tersebut
diharapkan bisa diatasi dengan baik oleh perusahaan dengan begitu perusahaan bisa
menambahkan penghasilan yang didapat dari impor barang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar