Jumat, 06 September 2024

Dasar-Dasar Manajemen Risiko


Manajemen risiko meliputi kegiatan-kegiatan atau proses untuk mengidentifikasi
risiko, mengukur risiko, serta menyusun strategi untuk mengelola risiko yang ada
perusahaan dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Proses dari
manajemen risiko terdiri dari empat langkah yaitu:

  1. Identifikasi Risiko
    Manajer harus mengidentifikasi risiko yang dimiliki perusahaan mulai dari yang
    berdampak kecil bagi perusahaan sampai risiko yang berdampak signifikan yang
    dapat mengganggu atau bahkan merugikan perusahaan. Identifikasi risiko
    sebaiknya dilakukan dari level tertinggi perusahaan sehingga menghasilkan daftar
    risiko yang ada di tingkat perusahaan. Berikut di bawah ini beberapa contoh risiko
    perusahaan yang mungkin akan terjadi ke beberapa perusahaan:
    a. Risiko faktor internal, risiko ini meliputi seperti reputasi, dan strategi
    perusahaan.
    b. Risiko faktor Eksternal, risiko ini meliputi seperti kondisi ekonomi dan
    pesaing.
    c. Risiko Proses, sedangkan pada risiko ini yaitu kepuasan pelanggan.
    d. Risiko kepatuhan, pada risiko ini paling sering terjadi yaitu pada lingkungan
    sekitar perusahaan, terkadang perusahaan membuang limbah langsung ke
    sungai tanpa mengolah limbah tersebut.
    e. Risiko sumber daya manusia, risiko ini seperti risiko sumber daya manusia,
    dan pelatihan yang diperlukan oleh para pegawai atau karyawan
    perusahaan.
    f. Risiko pembendaharaan, risiko ini meliputi nilai kurs, tingkat suku bunga
    dan ketersediaan modal yang dipunyai oleh pemilik perusahaan atau para
    pemegang saham.
    g. Risiko Kredit, pada risiko ini ada jaminan sebagai pelunasan utang jika
    perusahaan tidak dapat membayar utangnya dan risiko pembayaran kredit.
    h. Risiko perdagangan, pada risiko ini meliputi seperti risiko harga komoditas
    dan waktu perdagangan.
    i. Risiko keuangan, pada risiko ini ada beberapa yaitu risiko standar akuntansi,
    penganggaran, pelaporan keuangan, dan pajak.
    j. Risiko teknologi, pada risiko ini terdapat dua risiko yaitu risiko akses
    informasi serta ketersediaan infrastruktur.
  2. Penilaian Risiko
    Risiko yang telah diidentifikasi kemudian di nilai risiko mana saja yang
    kemungkinannya akan terjadi di perusahaan dan dampak dari risiko tersebut bila
    risiko itu benar-benar terjadi. Untuk melakukan penilaian risiko ini biasanya
    menggunakan suatu tabel yang mengukur seberapa sering risiko ini terjadi serta
    seberapa besar dampak yang ditimbulkan akibat risiko ini terjadi.
  3. Prioritas risiko dan Perencanaan Respon
    Manajer setelah menilai risiko yang ada maka selanjutnya manajer perlu
    menggunakan hasil dari penilaian risiko yang dilakuakan sebelumnya, mana saja
    risiko yang menjadi prioritas perusahaan dan harus direspon seperti apa risiko
    tersebut serta strategi apa yang akan digunakan untuk merespon risiko yang
    diprioritaskan. Untuk menentukan prioritas risiko manajer perlu untuk membuat
    kriteria penerimaan risiko. Penerimaan risiko disesuaikan dan didasarkan pada
    selera risiko (Risk apptetie). Risk appetite adalah jumlah risiko yang dapat diterima
    oleh perusahaan dalam rangka meraih keuntungan, contoh perusahaan A
    melakukan eksport barang ke negara Japan maka perusahaan harus menerima
    beberapa dari risiko akibat eksport ini seperti kualitas barang yang berstandar lebih
    tinggi dibandingkan dengan kualitas yang dijual di dalam negeri, dari risiko tersebut
    diharapkan bisa diatasi dengan baik oleh perusahaan dengan begitu perusahaan bisa
    menambahkan penghasilan yang didapat dari impor barang tersebut.

Tidak ada komentar: