Sabtu, 02 Desember 2023

Pengaruh Manajemen Talenta terhadap Kepuasan Kerja


Hafez et.al, (2017) dalam “An Exploratory Study on How Talent
Management Affects Employee Retention and Job Satisfaction for personel
Administration in Ain Sham University Egypt.” Penelitian ini meneliti pegawai
administrasi di universitas yang ada di mesir sebanyak 105 pegawai yang
bekerja di Universitas Ain Sham menggunakan Cronbach Alpha, Oralinary
Least squares Regressions dan kruskal-Wallis. Hasilnya menemukan bahwa
manajemen talenta dengan dimensi motivasi kinerja yang luar biasa, pelatihan
dan pengembangan, pengayaan pekerjaan, memiliki dampak yang positif
terhadap kepuasan kerja dan retensi karyawan. Adapun persamaan penelitian ini
yaitu menggunakan variabel manajemen talenta sebagai variabel indepeden dan
kepuasan kerja sebagai variabel dependen. Adapun perbedaanya yaitu adanya
tambahan variabel kepemimpinan autentik sebagai variabel eksogen dan
keterikatan kerja sebagai variabel mediasi. Lokasi penelitian ini juga
dilaksanakan di tempat yang berbeda.
Kamal dan Lukman (2017) dalam “The Influence of Talent Management
practice on Job Satisfaction” melakukan penelitian pada 238 responden
menggunakan IBM SPSS. Hasilnya menunjukan ada hubungan moderat antara
manajemen talenta dan kepuasan kerja. Namun salah satu universitas
mendapatkan korelasi yang sedikit lebih tinggi antara manajemen talenta dan
kepuasan kerja dibandingkan dengan dua Universitas lainnya. Universitas
publik memiliki misi dan visi sendiri yang perlu dicapai. Strategi yang berbeda
dapat digunakan dalam manajemen talenta untuk mendapatkan hubungan yang
positif dengan kepuasan kerja. Persamaan dalam penelitian ini menggunakan
variabel manajemen talenta dan kepuasan kerja. Adapun perbedaanya yaitu
adanya tambahan variabel kepemimpinan autentik sebagai variabel eksogen dan
keterikatan kerja sebagai variabel mediasi. Lokasi penelitian juga dilakukan di
tempat yang berbeda.
Safari et.al, (2014) dalam “The Effect of Implementation of Talent
Management on Job Satisfaction governmental organization” meneliti 167
sampel secara random. Hasil penelitian ini menegaskan pendapat yang
disajikan bahwa ada indikator umum antara manajemen talenta dan kepuasan
kerja staf. Komponen manajemen talenta berdampak positif pada kepuasan
kerja yang ada dalam penelitian ini. Kepuasan kerja dianggap sebagai ukuran
yang tepat untuk menilai dan mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan
organisasi dalam menerapkan manajemen talenta. Adapun kesamaan dengan
penelitian ini akan dilakukan yaitu menggunakan variabel manajemen talenta
dan kepuasan kerja. Adapun perbedaannya yaitu adanya tambahan variabel
kepemimpinan autentik sebagai variabel eksogen dan keterikatan kerja sebagai
variabel mediasi. Lokasi penelitian ini juga dilakukan di tempat yang berbeda.

Tidak ada komentar: