Sabtu, 02 Desember 2023

Pengaruh Kepemimpinan Autentik terhadap Kepuasan Kerja


dimediasi Keterikatan Kerja
Pemimpin autentik yang mengedepankan keterbukaan dan kepercayaan
akan mendapatkan respon yang sama dari bawahan, yaitu bawahan memiliki
rasa percaya kepada pemimpin (Walumbwa et.al, 2010). Komponen
kepemimpinan autentik (kesadaran diri, pemrosesan seimbang, internalisasi
perspektif moral, dan transparansi relasional) menunjukan integritas,
kehormatan dan transparansi relasional) menunjukkan integritas, kehormatan
dan kepercayaan dari pemimpin autentik (Ilies et.al, 2005). Ketika bawahan
mempersepsikan pemimpin mereka sebagai pemimpin yang autentik, terbuka,
dapat dipercaya, serta melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan,
bawahan akan merespon secara positif dalam pekerjaannya, menimbulkan
keterikatan yang lebih tinggi (Avolio et.al, 2004; Wong dan Cummings, 2009
dalam Wong dan Laschenger, 2012)
Selain itu, McBain et.al, (2007) juga menyatakan bahwa keterikatan
kerja akan muncul dengan adanya komitmen manajemen dan pemimpin dalam
membimbing karyawan serta lingkungan kerja yang dalam pengambilan
keputusan selalu melibatkan peranan karyawan. Jika hal ini dilakukan, secara
psikologis karyawan akan merasa diri mereka penting bagi organisasi (sense of
meaningfulness). Perasaan tersebut menjadi salah satu anteseden dari kepuasan
kerja. Selanjutnya, keterikatan berkualitas tinggi berpengaruh positif terhadap
perilaku dan outcome yang dirasakan karyawan, yaitu, meningkatkanya
kepuasan kerja. Kemudian juga hasil penelitian Rofiq (tidak dipublikasikan,
2018) menjelaskan bahwa keterikatan kerja memediasi pengaruh positif
kepemimpinan autentik terhadap kepuasan kerja.

Tidak ada komentar: