Jumat, 01 Desember 2023

Dimensi Keterlibatan Kerja


Yoshimura (1996) membagi keterlibatan kerja kedalam tiga dimensi, diantaranya:
a. Emosional, menunjukan seberapa kuat pekerja tertarik pada pekerjaannya
atau seberapa besar pekerja menyukai pekerjaannya
b. Kognitif, menunjukkan seberapa kuat pekerja ingin berpartisipasi dalam
pembuatan keputusan terkait pekerjaan atau seberapa penting pekerjaan bagi
harga dirinya
c. Perilaku, menunjukan seberapa sering pekerja biasanya mengambil peran
yang lebih di luar pekerjaannya dan secara sukarela menambah pengetahuan
dan belajar terkait dengan pekerjaannya.
Saleh dan Hosek (1976) mengukur keterlibatan kerja menjadi empat
dimensi, diantaranya:
a. work as a central life interest
Seberapa banyak pekerjaannya dipersepsikan oleh individu sebagai
sumber utama dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang dianggap
penting. Seseorang akan mencurahkan semua minat utamanya dan
perhatiannya kepada pekerjaan.
b. the extent of a person's active participation in the job
seseorang yang terlibat dalam pekerjaan akan memiliki partispasi
lebih besar dan aktif dalam pekerjaannya terutama dalam pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan mengenai pekerjaannya
c. Extent of performance-self-esteem contingency
seseorang yang memiliki keterlibatan kerja menganggap pekerjaannya
sangat penting dan mengangap bahwa kinerja atau performa kerjanya akan
mempengaruhi harga dirinya.
d. consistency of job performance with the self concept.
Level dari pekerjaan individu konsisten dengan konsep diri yang ia
miliki. Ditandai dengan perasaan adanya kesesuaian antara kemampuan
yang dibutuhkan oleh pekerjaannya dengan jumlah kemampuan yang ia
miliki.
Selain itu, Lodahl & Kejnar dalam (Reeve & Smith, 2001) menjelaskan
terdapat dua dimensi untuk menjelaskan keterlibatan kerja yang dimiliki oleh
karyawan, diantaranya:
a. Sejauh mana hasil pekerjaan seseorang mempengaruhi harga dirinya
Mencakup sejauh mana kinerja pekerjaan individu mempengaruhi
harga diri yang ia miliki. Harga diri merupakan suatu tingkat indikasi
dimana individu merasa dan percaya bahwa dirinya mampu dan berharga.
b. Pentingnya pekerjaan dalam gambaran diri keseluruhan
Hal ini merujuk pada sejauh mana seseorang merasa teridentifikasi
dengan pekerjaannya, atau pentingnya pekerjan dalam keseluruhan
gambaran dirinya. Dubin (dalam Lodahl & Kejnar, 1965) menyatakan
bahwa orang yang memiliki keterlibatan kerja merupakan orang yang
menganggap pekerjaan yang paling penting dalam kehidupannya. Hal ini
menunjukan bahwa dengan bekerja, seseorang dapat mengekspresikan
dirinya dan menganggap bahwa pekerjaan merupakan aktivitas yang paling
penting dalam kehidupannya.
Dari definisi para ahli diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa
dimensi-dimensi yang dapat membuat individu memiliki keterlibatan terhadap
pekerjaannya antara lain adalah bagaimana individu menganggap pekerjannya
sangat penting bagi kehidupannya, memiliki partispasi yang aktif dalam
pekerjaannya, menganggap pekerjaan dan hasil kinerjanya sebagai bagian dari
harga dirinya, secara sukarela membantu dan memiliki keinginan untuk belajar
serta memiliki persepsi mengenai kesesuaian antara kemampuan yang ia miliki
dan kemampuan yang dibutuhkan oleh organisasi

Tidak ada komentar: