tertanam dalamperusahaan untuk menghasilkan hasil yang maksimal.
Pada suatu organisasi, pekerjaan telah disain sedemikian rupa untuk
dilaksanakan, para karyawan telah dibekali dengan pelatihanpelatihan yang jelas dan prosedur yang sudah tertanam pada semua
organisasi. Menurut Robbins and Mary (2016: 117) budaya
organisasi adalah sebuah persepsi umum yang dipegang oleh
anggota organisasi, suatu sistem tentang keberartian bersama.
Budaya organisasi berkepentingan dengan bagaimana pekerja
merasakan karakteristik suatu budaya organisasi, tidak dengan
apakah seperti mereka atau tidak. Budaya organisasi sebagai
kerangka kerja kognitif yang terdiri dari sikap, nilai-nilai, norma
perilaku dan harapan yang diterima bersama oleh anggota organisasi.
Akar setiap budaya organisasi adalah serangkaian karakteristik inti
yang dihargai secara kolektif oleh anggota organisasi.
Budaya organisasi harus difungsikan pada setiap tingkat
organisasi dari keadaan yang samar-samar menjadi suatu yang
nampak. Kendali dan pemahaman budaya organisasi merupakan
tanggung jawab pimpinan dan alat utama pimpinan (manager)
mendorong kinerja yang tinggi dan memelihara nilai-nilai
kebersamaan (Puji Prasetyo: 2017). Menurut Robbins dan Judge
(2017) budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang
dianut oleh anggota-anggota yang membedakan suatu organisasi dari
organisasi lain. Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan lebih
seksama, merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai
oleh suatu organisasi. Budaya organisasi berkaitan dengan
bagaimana karyawan mempersepsikan karakteristik dari suatu
budaya organisasi, bukan dengan apakah para karyawan menyukai
budaya atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar