Menurut Larry D. Stout dalam Hessel Nogi (2005: 174) mengemukakan bahwa pengukuran atau penilaian kinerja organisasi merupakan proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi (mission accomplishment) Melalui hasil yang ditampilkan berupa produk jasa ataupun suatu proses. Berbeda dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Bastian (2001: 330) dalam Hessel (2005: 173) bahwa pengukuran dan pemanfaatan penilaian kinerja akan mendorong pencapaian tujuan organisasi dan akan memberikan umpan balik untuk upaya perbaikan secara terus menerus. Secara rinci, Bastian mengemukakan peranan penilaian pengukuran kinerja organisasi sebagai berikut: a.Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk pencapaian prestasi, b.Memastikan tercapainya skema prestasi yang disepakati,
c.Memonitor dan mengevaluasi kinerja dengan perbandingan antara skema kerja dan pelaksanaannya, d.Memberikan penghargaan maupun hukuman yang objektif atas prestasi pelaksanaan yang telah diukur, sesuai dengan sistem pengukuran yang telah disepakati, e.Menjadikannya sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi, f.Mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi, g.Membantu proses kegiatan organisasi,h.Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif, i.Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan, j.Mengungkapkan permasalahan yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar