Menurut Rusmanto (2011), pertumbuhan laba merupakan ukuran kinerja dari
suatu perusahaan untuk menghitung laba dimasa yang akan datang dengan
menggunakan laba diperiode sebelumnya. Pertumbuhan laba adalah perubahan
dari persentase kenaikan laba perusahaan yang diperoleh oleh perusahaan selama
satu periode tertentu (Taruh, 2011).
Didalam menjalankan perusahaan mempunyai tujuan dalam kegiatannya yaitu
dengan adanya peningkatan atau pertumbuhan laba perusahaan. Pertumbuhan laba
sangatlah diinginkan oleh perusahaan karena pertumbuhan laba mencerminkan
suatu pertumbuhan perusahaan. Perusahaan harus mempunyai strategi yang tepat
agar dapat memenangkan pasar dengan menarik konsumen agar selalu memilih
produknya. Untuk itu faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan harus benarbenar diperhatikan. Ukuran yang sering kali dipakai untuk menentukan sukses tidaknya
manajemen perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. Berhasil atau
tidaknya suatu perusahaan pada umumnya ditandai dengan kemampuan
manajemen dalam melihat kemungkinan dan kesempatan di masa yang akan
datang, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan demikian sasaran
utama pelaporan keuangan adalah informasi tentang prestasi-prestasi perusahaan
yang disajikan melalui pengukuran laba dan komponen-komponennya.
Menurut Warsidi dan Pramuka (2000) “Pertumbuhan laba dihitung dengan
cara mengurangkan laba periode sekarang dengan laba periode sebelumnya
kemudian dibagi dengan laba pada periode sebelumnya. Pertumbuhan laba
dipengaruhi oleh perubahan komponen-komponen dalam laporan keuangan.
Pertumbuhan laba yang disebabkan oleh perubahan komponen laporan keuangan
misalnya perubahan penjualan, perubahan harga pokok penghasilan dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar