Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk
mengkur inflasi antara lain:
1) Indeks biaya hidup (consumer price index)
Indeks biaya hidup mengukur biaya pengeluaran
untuk membeli sejumlah barang dan jasa yang dibeli oleh
rumah tangga untuk keperluan hidup. Angka penimbangan
biasanya didasarkan atas besarnya persentase pengeluaran
untuk barang tertentu terhadap pengeluaran secara
keseluruhan. Besarnya persentase ini dapat berubah dari
tahun ketahun.
Oleh karena itu perlu direvisi apabila ternyata
terdapat perubahan. Misalnya dengan adanya listrik masuk desa, maka persentase pengeluaran untuk minyak tanah
terhadap pengeluaran total menjadi semakin kecil. Dengan
perubahan angka penimbangan ini maka indeks harganya
pun akan berubah. Laju inflasi dapat dihitung dengan cara
menghitung persentase kenaikan atau penurunan indek
harga ini dari tahun ke tahun atau bulan ke bulan.
2) Indeks harga perdagangan besar (wholesale price index)
Indeks perdagangan besar menitikberatkan pada
sejumlah barang pada tingkat perdagangan besar. Ini berarti
harga bahan mentah, bahan baku atau setengah jadi masuk
dalam perhitungan indeks harga. Biasanya perubahan
indeks harga ini sejalan atau searah dengan indeks biaya
hidup.
3) GNP Deflator
GNP deflator adalah jenis indeks yang lain. Berbeda
dengan dua indeks diatas, dalam cakupan barangnya. GNP
deflator mencakup jumlah barang dan jasa yang masuk
dalam perhitungan GNP, jadi lebih banyak jumlahnya bila
dibanding dengan dua indeks diatas. GNP deflator diperoleh
dengan membagi GNP nominal (atas dasar harga berlaku)
dengan GNP rill (atas dasar harga konstan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar