Merek memiliki enam tingkat pengertian (Rangkuti, 2008 : 3), yaitu:
a. Atribut
Setiap merek memiliki atribut. Atribut ini dikelola dan diciptakan agar
pelanggan dapat mengetahui dengan pasti atribut-atribut apa saja yang
terkandung dalam suatu merek. Misalnya, iPhone 6s merupakan sebuah
smartphone terbaru Apple yang mengandalkan kemampuan kamera, layar
serta keeksklusifan yang dimiliki oleh smartphone tersebut.
b. Manfaat Merek tidak hanya memberikan kaitan terhadap atribut – atribut produk
atau bentuk lainnya, namun juga memberikan sebuah arti manfaat dari produk
tersebut. Produsen harus mampu menerjemahkan manfaat atribut menjadi
manfaat emosional atau fungsional.
c. Nilai
Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi konsumen. Merek yang
memiliki nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen sebagai merek yang
berkelas sehingga dapat mencerminkan siapa pengguna merek tersebut.
d. Budaya
Merek juga dapat mewakili budaya tertentu, misalnya, Mercedes benz
memiliki budaya jerman yang memiliki budaya organisasi yang baik,
mewakili kinerja para karyawan yang efisien dan efektif, serta kecanggihan
teknologi yang mewakili budaya inovatif.
e. Kepribadian
Sebuah merek juga memberikan identitas kepribadian tertentu. Pada
sebuah produk atau jasa, kepribadian dapat membangun hubungan tertentu
dengan memberikan ikatan emosional terhadap produk atau jasa. Merek juga
mewakili kepribadian yaitu kepribadian penggunanya. Jadi diharapkan
denggan menggunakan merek, kepribadian si pengguna akan tercermin ketika
menggunakan merek tersebut.
f. Pemakai
Merek dapat memberikan sinyal siapa, bagaimana karakteristik konsumen
yang membeli atau menggunakan produk tersebut, serta menunjukkan jenis
atau kelas konsumen pemakai merek tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar