Tahapan dalam menggunakan SEM secara garis besar, adalah sebagai berikut
(Jogiyanto, 2011):
1. Spesifikasi model, yaitu membangun model yang sesuai dengan tujuan dan masalah
penelitian dengan landasan teori yang kuat.
2. Estimasi parameter bebas, yaitu komparasi matrik kovarian yang merepresentasi
hubungan antar variabel dengan mengestimasinya ke dalam model yang paling
sesuai. Parameter untuk mengukur kesesuaian model adalah maximum likelihood,
weighted least squares atau asymptotically distribution-free methods.
3. Assessment of fit, yaitu eksekusi estimasi kesesuaian model dengan menggunakan
parameter anatara lain : Chi-Square (ukuran dasar kesesuaian model yang secara
konseptual merupakan fungsi dari ukuran sampel dan perbedaan antara matrik
kovarian yang diobservasi dengan matrik kovarian model), Root Mean Square
Error of Approximation (RMSEA), Standarized Root Mean Residual (SRMR), and
Comparative Fit Index (CFI).
4. Modifikasi model, yaitu mengembangkan model yang diuji di awal untuk
meningkatkan goodness-of-fit (GOF) model. Peluang untuk mengembangkan
model tergantung besarnya degree of freedom dari model. Namun, pengembangan
model harus mempertimbangkan dasar teori, tidak dapat dilakukan hanya
berdasarkan alasan/argument statistis.
5. Interpretasi dan komunikasi, yaitu interpretasi hasil pengujian statistika dan
pengakuan bahwa konstruk yang dibangun berdasarkan model yang paling sesuai.
Namun, hasil tersebut dapat dicapai ketika desain riset dibangun secara cermat
sehingga dapat membedakan hipotesis rival.
6. Replikasi dan validasi ulang, yaitu kemampuan model yang dimodifikasi untuk
dapat direplikasi dan divalidasi ulang sebelum hasil penelitian diinterpretasi dan
dikomunikasikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar