Pembahasan mengenai statistik nonparametrik meliputi : uji tanda, uji peringkat bertanda
Wilcoxon, uji Mann-Whitney, uji deret, dan koefisien korelasi peringkat Spearman. Statistika
parametrik adalah ilmu statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data, yaitu apakah
data menyebar normal atau tidak. Pada umumnya, Jika data tidak menyebar normal, maka data harus
dikerjakan dengan metode statistika non-parametrik, atau setidak-tidaknynya dilakukan transformasi
agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistika parametrik. Contoh
metode statistika parametrik: uji-z (1 atau 2 sampel), uji-t (1 atau 2 sampel), korelasi pearson,
Perancangan Percobaan (1 or 2-way ANOVA parametrik), dan lain-lain.
Menurut Kurniawan (2007), statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tidak
mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik
biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis
Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:Binomial test,
Chi-square test, Median test, Friedman Test, dan lain-lain.
Dalam praktik, tidak semua data statistik bisa diolah menggunakan metode parametrik, baik
hal itu disebabkan jumlah data yang minim, distribusi data yang tidak normal, jenis data ataupun sebab
lainnya. Menurut Santoso (2010, sebagai alternatif dapat digunakan berbagai metode nonparametrik,
yang dengan dukungan software seperti SPSS memungkinkan pengguna mengolah data dan
menginterpretasi output dengan mudah.
Menurut Tentua (2009), metode statistik nonparametrik digunakan untuk situasi seperti: (1)
apabila ukuran sampel demikian kecil sehingga distribusi statistik pengambilan sampel tidak
mendekati normal, dan apabila tidak ada asumsi yang dapat dibuat tentang bentuk distribusi populasi
yang menjadi sumber sampel; (2) apabila digunakan data peringkat atau ordinal; (3) apabila data
nominal digunakan (data nominal adalah data di mana sebutan seperti laki-laki atau perempuan
diberikan kepada item dan tidak ada implikasi di dalam sebutan tersebut bahwa item yang satu lebih
tinggi atau lebih rendah daripada item lainnya).
Menurut Tentua (2009), keuntungan dari penggunaan metode nonparametric, yaitu: (1)
metode non parametrik tidak mengharuskan data berdistribusi normal, karena itu metode ini sering
juga dinamakan uji distribusi bebas (distribution free test). Dengan demikian metode ini dapat dipakai
untuk segala distribusi data dan lebih luas penggunaannya.; (2) metode non parametrik dapat dipakai
untuk level data seperti nominal dan ordinal; (3) metode non parametrik lebih sederhana dan mudah
dimengerti daripada pengerjaan Metode Parametrik.
Di samping berbagai keunggulan di atas, metode non parametrik juga mempunyai beberapa
kelemahan, seperti: (1) tidak adanya sistematika yang jelas seperti pada metode parametrik, hasilnya
dapat meragukan karena kesederhanaan metodenya; (2) tabel-tabel yang dipakai lebih bervariasi
dibanding tabel-tabel standar pada metode Parametrik.
Beberapa metode statistik non parametrik yang digunakan secara luas
Minggu, 01 Maret 2020
Statistik Non parametrik (skripsi dan tesis)
Menurut Webster (1998), uji nonparametrik adalah prosedur statistik yang dapat digunakan
untuk melakukan uji hipotesis jika tidak ada asumsi tentang distribusi parameter-parameter atau
populasi. Menurut Supranto (2002), metode statistik parametrik, seperti statistik uji t atau F,
digunakan apabila peneliti mengetahui fakta yang pasti mengenai sekelompok data yang menjadi
sumber sampel. Pada dasarnya, peneliti harus bekerja dengan data yang telah diambil secara
independen dan tanpa bias dari sekelompok item. Data tersebut haruslah berasal dari populasi yang
terdistribusi secara normal dan mempunyai varians yang sama, dan harus diukur setidaknya pada
tingkat interval.
Metode Statistik nonparametrik dipakai apabila peneliti tidak mengetahui karkteristik
kelompok item yang menjadi sumber sampelnya. Metode ini dapat diterapkan terhadap data yang
diukur dengan skala ordinal dan dalam kasus tertentu, dengan skala nominal. Pengujian nonparametrik
bermanfaat untuk digunakan apabila sampelnya kecil dan lebih mudah dihitung dari pada metode
parametrik. Metode nonparametrik juga digunakan secara luas guna mengenalisis data di bidang ilmu
sosial (Supranto, 2002).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar