Investor harus berhati-hati dengan naik, turun, dan konstannya saham di
pasar akan memberikan sinyal positif dan negatif. Apapun informasi yang terjadi
dari kondisi saham suatu perusahaan selalu memberi efek bagi keputusan investor
sebagai pihak yang menangkap sinyal tersebut. Konsep Signalling theory disini
menjadi sangat berperan. Teori sinyal digunakan untuk menjelaskan bahwa pada
dasarnya suatu informasi dimanfaatkan untuk memberi sinyal positif maupun
negatif kepada pemakainya. Teori sinyal (Leland dan Pyle dalam Scott, 2012:475)
menyatakan bahwa pihak eksekutif perusahaan yang memiliki informasi lebih
baik mengenai perusahaannya akan terdorong untuk menyampaikan nilai
perusahaan melalui pelaporannya dengan mengirimkan sinyal melalui laporan
tahunannya. Manajemen tidak sepenuhnya menyampaikan seluruh informasi yang
diperolehnya tentang semua hal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan ke
pasar modal, sehingga jika manajemen menyampaikan suatu informasi ke pasar,
maka umumnya pasar akan bereaksi terhadap informasi tersebut sebagai suatu
sinyal (Listiana:2009).
Teori sinyal adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa suatu perusahaan
harus memberikan sinyal kepada para pengguna laporan keuangan untuk
kepentingan mereka (Brigham dalam Susilowati,2011). Sinyal yang diberikan tersebut berupa informasi tentang kondisi perusahaan kepada pemilik ataupun
pihak yang berkepentingan. Misalnya melalui pengungkapan informasi akuntansi
seperti laporan keuangan, bisa juga melalui laporan tentang apa yang sudah
dilakukan oleh manajer untuk merealisasikan keinginan pemilik perusahaan, atau
mungkin berupa informasi yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih
baik daripada perusahaan lain. Tujuannya adalah supaya para investor atau calon
investor mengerti bagaimana keadaan perusahaan sebenarnya.
Teori sinyal juga menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang
investor harus memiliki informasi yang sama tentang prospek perusahaan selain
manajer. Namun faktanya manajer sering memiliki informasi yang lebih baik dari
investor luar misalnya dalam hal prospek perusahaan yang akan datang. Hal
semacam ini disebut dengan informasi asimetri. Teori sinyal juga menjelaskan
mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan
keuangan pada pihak eksternal. Salah satunya adalah karena adanya informasi
asimetri tersebut. Motivasi signaling mendorong manajemen menyajikan laporan
laba yang dapat mencerminkan laba sesungguhnya (Sunarto, 2008 dalam
Susilowati, 2011). Investor akan melihat prospek return masa depan perusahaan
melalui sinyal yang diberikan. Dengan adanya sinyal yang diberikan tersebut
investor bisa dengan mudah menentukan keputusannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar