Service failures didefinisikan
sebagai situasi di mana pelayanan
gagal dalam menghidupkan
ekspektasi dari konsumen, hal tersebut
diutarakan oleh Michael dalam
Awwad dan Neimat (2010). Dengan
kata lain, service failures adalah
sinonim dari masalah terkait layanan
yang dihadapi oleh konsumen (Spreng
et al., 1995; Ahmad, 2002). Service
failures tidak hanya mengarah pada
konsumen berpindah yang telah
mengalaminya, tetapi bisa juga terjadi
pada pelanggan lain atau calon
pelanggan dikarenakan negatif word
of mouth (Boroumand, 2006).
Sedangkan menurut Smith dalam
Seongun Jeon (2016), ia
mendefinisikan hasil dari kegagalan
sebagai situasi saat penyedia layanan
gagal memahami atau menemukan
keinginan dari konsumen. Situasi
tersebut dapat dianggap sebagai
sebuah celah (gap).
Apabila perusahaan gagal dalam
menyampaikan dan menangani
keluhan pelanggan secara benar, hal
tersebut akan membuat pelanggan
untuk berpindah merek produk.
Respon yang tidak baik, kegagalan
dalam merespon, atau respon yang
negatif dari pegawai perusahaan
adalah beberapa dari alasan utama
mengapa perusahaan kehilangan
banyak pelanggan (Sidhu, 2005).
Untuk menghindari meningkatnya
customer churn, maka perusahaan
perlu memperbaiki kinerja sistem
pelayanan agar loyalitas pelanggan
meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar