Dalam merealisasikan pembeliannya, konsumen melalui lima tahapan,
yaitu; problem recognition, information search, evaluation of alternatives,
purchase decision, dan postpurchase behavior (Kotler, 2006:181). Kelima
tahapan ini dikenal sebagai The Buying Decision
process.. Tidak semua konsumen selalu melewati semua tahapan, seorang
konsumen mungkin tidak akan melewati beberapa tahapan, ini semua
bergantung pada pentingnya pembelian tersebut bagi konsumen
Tahap pertama adalah proses pembelian bermula ketika konsumen
menyadari adanya suatu masalah (Problem recognition) atau kebutuhan.
Proses ini muncul ketika konsumen melihat adanya perbedaan (gap) atas
keadaannya sekarang dengan keadaan yang diharapkan. Kebutuhan ini dapat
dipicu oleh stimuli eksternal maupun stimuli internal.
Tahap kedua adalah information search, pada tahap ini seorang
konsumen akan mencari informasi yang relevan untuk melakukan pembelian,
melakukan perbandingan berbagai alternatif produk dan menyediakan waktu
yang lebih banyak dalam pencarian produk. Tahap ketiga yaitu pada tahapan Evaluation of alternatives, konsumen memproses
seluruh informasi yang didapat sebelum melakukan penilaian akhir.
Evaluations kadang merefleksikan beliefs dan attitudes. Melalui pengalaman
dan pembelajaran, orang memperoleh beliefs dan attitudes yang dapat
mempengaruhi buying behavior. Beliefs adalah pemikiran deskriptif yang
dimiliki seseorang tentang sesuatu. Attitude adalah penilaian seseorang untuk
jangka waktu lama, perasaan emosional, dan tindakan yang mengacu pada
suatu obyek atau ide. Orang memiliki attitudes terhadap segala sesuatu :
agama, politik, pakaian, musik, makanan dan lain-lain. Attitudes
menempatkan orang pada suatu pola pikir : suka atau tidak suka, menjauhi
atau mendekati.
Tahapan keempat adalah Purchase decision. Setelah melakukan proses
evaluasi, konsumen membentuk preferensi diantara produk/merek yang telah
dievaluasi. Konsumen juga membentuk intensi untuk membeli produk yang
paling disukai, dan kemudian melakukan proses pembelian. Konsumen akan
membentuk intensi pembelian diantara fase evaluasi dan purchase decision.
Tahap yang kelima adalah postpurchase Behavior. Setelah melakukan
pembelian, konsumen mungkin mengalami pengalaman yang berbeda dari
yang diharapkan sebelumnya (contoh: fitur-fitur yang sulit digunakan)
ataupun mendengar hal-hal positif mengenai produk/merek lain. Pemasar
harus mengkomunikasikan kepercayaan dan evaluasi yang memperkuat
pilihan konsumen akan produknya dan membantunya untuk memiliki sikap
positif terhadap merek tersebut. Pemasar perlu memonitor postpurchase
satisfaction, postpurchase actions, dan postpurchase product uses setelah
konsumen membeli produknya.
Jika konsumen merasa puas, maka kemungkinan untuk melakukan
pembelian kembali di masa mendatang akan terjadi. Sebaliknya jika
konsumen merasa tidak puas, maka konsumen akan mencari kembali
berbagai informasi yang dibutuhkannya. Proses tersebut akan terus berulang
hingga konsumen merasa puas atas keputusan pembelian produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar