Konsumen akan sering mengekspresikan kepuasan dengan merek
barang seperti yang mereka gunakan sekarang, tetapi tetap terlibat dalam
penggantian merek. Hal ini dapat terjadi karena pencarian variasi adalah
motif konsumen yang cukup lazim. Konsumen yang mempunyai keterlibatan
emosional yang rendah terhadap suatu merek akan mudah berpindah pada
merek pesaing. Kecenderungan inilah yang sering menjadi perhatian para
pemasar akan keberhasilan produk yang ditawarkan.
Pencarian variasi dapat terjadi pada pengambilan keputusan yang
terbatas. Perilaku kebutuhan mencari variasi terjadi resiko kecil dan sedikit
atau tidak ada komitmen terhdap suatu merek. Menurut Kotler, Philip (2005)
beberapa situasi pembelian ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah
tetapi perbedaan antar merek signifikan. Sehingga dalam situasi tersebut,
maka konsumen sering melakukan peralihan merek.
Pembelian yang bersifat mencari variasi di dorong oleh adanya
ketidakpuasan atas pembelian yang telah dilakukan, tetapi sifatnya lebih
kepada reaksi belanja yang bertujuan mengurangi kebosanan dengan membeli
merek-merek baru dari suatu produk. Konsumen kadang-kadang melakukan
pengambilan keputusan, walaupun memiliki keterlibatan yang rendah
terhadap produk. Hal ini akan mudah terjadinya perilaku mencari variasi.
Pembelian yang sifatnya mencari variasi yaitu pembelian yang dilakukan
ketika konsumen melakukan pembelian secara spontan dan bertujuan untuk
mencoba merek baru dari suatu produk. Pembelian yang bersifat variasi ini
tidak didorong oleh adanya ketidakpuasan atas pembelian yang telah
dilakukan tetapi sifatnya lebih kepada pembelian yang bertujuan mengurangi
kebosanan dengan membeli merek baru dari suatu produk. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pencarian variasi merupakan komitmen kognitif untuk
membeli merek yang berbeda, yang disebabkan adanya perpindahan merek
dalam mencoba sesuatu yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar