Kamis, 19 Maret 2020
Pengertian PLS (Partial Least Square) (skripsi dan tesis)
PLS (Partial
Least Square) merupakan analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian
yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus
pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan
reabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian
hipotesis dengan model prediksi). Lebih lanjut, Ghozali (2006) menjelaskan bahwa PLS adalah metode analisis yang bersifat soft modeling karena tidak
mengasumsikan data harus dengan pengukuran skala tertentu, yang berarti jumlah
sampel dapat kecil (dibawah 100 sampel). Perbedaan mendasar PLS yang
merupakan SEM berbasis varian dengan LISREL atau AMOS yang berbasis
kovarian adalah tujuan penggunaannya. Dibandingkan dengan covariance based
SEM (yang diwakili oleh software AMOS, LISREL dan EQS) component based
PLS mampu menghindarkan dua masalah besar yang dihadapi oleh covariance
based SEM yaitu inadmissible solution dan factor indeterminacy (Tenenhaus et
al.,2005).
Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab digunakan PLS dalam suatu
penelitian. Dalam penelitian ini alasan-alasan tersebut yaitu: pertama, PLS
(Partial Least Square) merupakan metode analisis data yang didasarkan asumsi
sampel tidak harus besar, yaitu jumlah sampel kurang dari 100 bisa dilakukan
analisis, dan residual distribution. Kedua, PLS (Partial Least Square) dapat
digunakan untuk menganalisis teori yang masih dikatakan lemah, karena PLS
(Partial Least Square) dapat digunakan untuk prediksi. Ketiga, PLS (Partial Least
Square) memungkinkan algoritma dengan menggunakan analisis series ordinary
least square (OLS) sehingga diperoleh efisiensi perhitungan olgaritma (Ghozali,
2006). Keempat, pada pendekatan PLS, diasumsikan bahwa semua ukuran
variance dapat digunakan untuk menjelaskan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar