Menurut Edwards (1993) berpendapat bahwa aspek-aspek dari
compulsive buying terdiri dari:
1) Tendency to spend
Pada aspek ini menjelaskan tingkat kecenderungan individu untuk
berbelanja dan membeli secara berlebihan atau yang disebut sebagai
“periode dalam berbelanja”. Aspek ini ditandai dengan banyaknya
perilaku pembelian berulang yang sering dilakukan.
2) Compulsion / drive to spend
Pada aspek ini mengukur tingkat dorongan yang terdapat dalam
diri individu, tingkat dorongan dalam diri tersebut meliputi tingkat
perasaan positif, tindakan kompulsi, dan impulsivitas dalam berbelanja,
serta mengetahui bagaimana pola membeli pada individu. Pola dalam
membeli ini biasanya dilakukan secara berulang dan cenderung membeli
suatu jenis produk yang sama.
3) Feeling (joy) about shopping and spending
Pada aspek ini menggambarkan tentang perasaan atau penilaian
afektif individu akan aktivitas berbelanja itu sendiri. Individu biasanya
cenderung merasakan rasa senang atau bahagia disaat berbelanja. Dimensi
ini mengukur seberapa besar individu menikmati kegiatan berbelanja yang
dilakukannya. 4) Dysfunctional spending
Pada aspek ini menggambarkan masalah yang muncul hasil dari
perilaku berbelanja yang dilakukan oleh individu. Masalah yang biasa
muncul adalah perilaku berhutang demi membeli barang yang diinginkan
akibat dari perilaku belanja individu yang bersangkutan, selain itu
menyalahgunakan uang yang tidak diakomodasikan untuk berbelanja.
5) Post-purchase guilt
Pada aspek ini menggambarkan perasaan bersalah, menyesal, dan
rasa malu yang dirasakan setelah individu melakukan pembelian secara
berlebihan. Individu baru merasa bersalah dan menyesal sesaat setelah ia
melakukan kegiatan berbelanja yang berlebihan. Mereka tidak memikirkan
kebutuhan yang benar-benar mereka butuhkan, melainkan membeli
kebutuhan yang sebenarnya hanya memuaskan diri mereka demi
mendapatkan kesenangan sesaat.
Sejalan dengan aspek-aspek diatas mеnurut Faber, O’Guinn dan
Krych (1987) compulsivе buying mеmiliki aspek-aspek sеbаgаi bеrikut:
1) Tendency to spend, pembeli kompulsif mеmpunyаi kеinginаn yаng kuаt
untuk mеndаpаtkаn sеsuаtu sehingga para pembeli kompulsif lebih
menunjukkan kecenderungan pengeluaran yang lebih tinggi daripada
pembeli non kompulsif.
2) Reactive aspect, aspek ini berhubungan dengan respon individu terhadap
dorongan kuat untuk membeli.
15
3) Post-purchase guilt, adаnyа pеrаsааn bersalah setelah pembelian yang
dilakukan oleh individu.
4) Determined to be family environment, lingkungan berpengaruh terhadap
perilaku berbelanja kompulsif yang dilakukan oleh individu (mencakup
hubungan diantara anggota keluarga)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar