Selasa, 20 Agustus 2019

Pengertian Ketidakjelasan Peran (skripsi dan tesis)


Menurut (Singh, 1993 dalam Rangga Wijaya, 2013) Ketidakjelasan peran
menghalangi peluang untuk meningkatkan prestasi kerja, mengurangi kepuasan kerja (job satisfication) dan meningkatkan keluar masuk karyawan (turnover) karena ketidakjelasan peran berpotensi mendorong munculnya keterlambatan (delays) dalam mengambil tindakan sehingga kinerja karyawan menjadi kurang efisien dan tidak terarah. Dalam Fanani et. all (2008) Menyatakan bahwa ketidakjelasan peran adalah tidak adanya prediktabilitas hasil atau respon terhadap perilaku seseorang dan eksistensi atau kejelasan perilaku yang dibutuhkan. Hal ini seringkali dalam bentuk input dari lingkungan yang akan berfungsi untuk memadu perilaku dan memberikan pengetahuan, mana perilaku yang tepat atau tidak ada.
Ambiguitas peran didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana informasi
yang berkaitan dengan suatu peran tertentu kurang atau tidak jelas (Kahn et al  dalam Beauchamp et al ., 2004). Dalam Agustina (2009) bahwa ketidakjelasan peran (role ambiguity) mengacu pada kurangnya kejelasan mengenai harapan-harapan pekerjaan, metoda-metoda untuk memenuhi harapan-harapan yang dikenal, dan/atau konsekuensi dari kinerja atau peran tertentu.
Menurut (Cahyono, 2008) dalam Ivan A. Setiawan (2014) Ketidakjelasan
peran merupakan tidak cukupnya informasi yang dimiliki serta tidak adanya arah dan kebijakan yang jelas, ketidakpastian tentang otoritas, kewajiban dan hubungan dengan lainnya, dan ketidakpastian sanksi dan ganjaran terhadap perilaku yang dilakukan. Ketidakjelasan peran muncul karena kurangnya informasi atau karena tidak adanya informasi sama sekali atau informasinya tidak disampaikan. Ketidakjelasan peran dirasakan jika seorang karyawan tidak memiliki cukup informasi untuk dapat melaksanakan tugasnya, atau tidak mengerti atau merealisasi harapan-harapan yang berkaitan dengan peran tertentu (Munandar, 2008). Menurut teori peran, ketidakjelasan peran berkepanjangan dapat mendorong terjadinya ketidakpuasan kerja, mengurangi rasa percaya diri, dan menghambat kinerja pekerjaan

Tidak ada komentar: