Bekerja bagi sebagian orang merupakan sarana atau bentuk aktivitas yang
bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup. Hal ini lebih menekankan pada
orientasi material sebagai tujuan dari bekerja. Sedangkan pada sebagian yang lain, bekerja dianggap sebagai serangkaian aktivitas yang bertujuan meningkatkan dan memperbaiki taraf hidup sekaligus juga sebagai sarana aktualisasi diri untuk menunjukkan individu yang dianutnya
Kepuasan kerja merupakan dampak dari pelaksanaan pekerjaan. Dalam
konteks organisasi, pegawai terdorong untuk bekerja untuk memuaskan
ketutuhan-kebutuhannya. Apabila kebutuhannya terpenuhi sebagai imbalan dari pekerjaan yang dilakukannya, maka ia cenderung untuk merasa puas. Sebaliknya, ketika kebutuhannya tidak bisa terpenuhi, ketidakpuasan akan muncul.
Kepuasan kerja adalah suatu tingkatan emosi yang menyenangkan dan
bersifat positif yang muncul atau dihasilkan dari penilaian terhadap suatu prestasi kerja atau pengalaman (Locke dalam Luthans, 2006 :244).
Luthans (2006 : 243) memberikan definisi kepuasan kerja adalah hasil dari
persepsi karyawan mengenai seberapa baik pekerjaan mereka memberikan hal yang dinilai penting.
Menurut Hasibuan (2005), kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor
sebagai berikut:
1. Balas jasa yang adil dan layak.
2. Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian.
3. Berat ringannya pekerjaan.
4. Suasana dan lingkungan pekerjaan.
5. Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan.
6. Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya.
7. Sifat pekerjaan monoton atau tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar