berkaitan erat dengan nilai waktu dari uang yang seperti diketahui jumlah uang
tertentu di masa sekarang akan berubah nilai di masa yang akan datang. Menurut Samuelson & Nordhaus (2004) pengertian inflasi yang paling sederhana adalah kenaikan harga barang-barang secara umum atau penurunan daya beli dari sebuah satuan mata uang. Informasi ini perlu diketahui untuk para investor untuk mempertimbangkan membeli saham yang akan dibeli. Semakin tinggi inflasi maka secara rata-rata kenaikan harga barang akan semakin tinggi, kenaikan harga-harga yang tinggi akan menyebabkan tingginya inflasi, kondisi ini akan berpengaruh terhadap naiknya biaya produksi. Peningkatan biaya produksi akan menyebabkan harga jual barang-barang produksi naik, dan hal ini akan menurunkan daya beli masyarakat karena pendapatan riil masyarakat juga menurun.
Menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan menurunnya penjualan
perusahaan, dan menurunnya penjualan perusahaan akan menurunkan
keuntungan perusahaan. Jika keuntungan perusahaan menurun, maka dapat
dikatakan bahwa kinerja perusahaan juga menurun. Menurunnya kinerja
perusahaan karena dampak inflasi akan dirasakan oleh seluruh perusahaan yang ada dalam industri. Kondisi ini akan berpengaruh pada kinerja pasar modal, karena banyak perusahaan tidak dapat beroperasi secara maksimal, akibatnya pasar modal menghadapi ketidakpastian yang tinggi, dan hal ini akan berpengaruh pada harga pasar saham-saham mereka serta indeks harga saham gabungannya.
Inilah yang menyebabkan mengapa inflasi dapat dikatakan sebagai salah satu
faktor yang memengaruhi risiko investasi saham. Penelitian yang dilakukan
Simamora dan Wiksuana (2014) serta Andayani et.al (2010) mengatakan inflasi memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap risiko investasi saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar