Selasa, 20 Agustus 2019

Dimensi Komitmen Organisasi (skripsi dan tesis)


Meyer dan Allen (dalam Luthans, 2006: 249)merumuskan tiga dimensi
komitmen dalam berorganisasi.
1.Dimensi pertama, adalah affective commitment berkaitan dengan hubungan
emosional anggota terhadap organisasinya, identifikasi dengan organisasi,
danketerlibatan anggota dengan kegiatan di organisasi. Anggota organisasi dengan affective commitmentyang tinggi akan terus menjadi anggota dalamorganisasi karena memang memiliki keinginan untuk itu.
2.Dimensi kedua, continuance commitment berkaitan dengan kesadaran
anggotaorganisasi akan mengalami kerugian jika meninggalkan organisasi.
Anggota organisasi dengan continuance commitment yang tinggi akan terus
menjadi anggota dalam organisasi karena mereka memiliki kebutuhan untuk
menjadi anggota organisasi tersebut.
3.Dimensi ketiga, normative commitment menggambarkan perasaan keterikatan untuk terusberada dalam organisasi. Anggota organisasi dengan normative commitment yang tinggi akan terusmenjadi anggota dalamorganisasi karenamerasa dirinya harus berada dalam organisasi tersebut.
Allen dan Meyer (dalam Hidayat,2010) berpendapat bahwa setiap
dimensimemiliki dasar yangberbeda. Karyawan dengan dimensi affective tinggi bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi
anggota organisasi. Sementaraitu pegawai dengan dimensi continuance tinggi tetap bergabung dengan organisasitersebut karena mereka membutuhkan
organisasi.Karyawan yang memiliki komponen normative yang tinggitetap
menjadi anggotaorganisasi karena mereka harus melakukannya. Setiap organisasi memiliki dasardan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen yang dimilikinya.Karyawan yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar affective memiliki tingkah laku yang berbeda dengan karyawan yang berdasarkan continuance. Karyawan yang inginmenjadi anggota akan memiliki keinginan untukmenggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadianggotaakan menghidari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidakmaksimal.
Sementaraitu dimensi normative yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi,tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki karyawan. Dimensi normative menimbulkan perasaan kewajiban pada karyawan untuk memberibalasan atas apa yang telah diterimanya

Tidak ada komentar: