Masa kerja adalah jangka waktu orang sudah bekerja pada suatu
organisasi, lembaga dan sebagainya. Masa kerja dapat dikatakan sebagai
loyalitas karyawan kepada perusahaan. Rentang waktu masa kerja yang
cukup, sama dengan orang yang memiliki pengalaman yang luas baik
dalam mengatasi hambatan ataupun meraih keberhasilan. Waktu yang
membentuk pengalaman kerja seseorang, maka masa kerja adalah waktu
yang telah dijalani seorang karyawan dalam menjalankan tugas dalam
bidang pekerjaannya. Masa kerja memberikan pengalaman kerja,
pengetahuan dan ketrampilan kerja pada seorang karyawan. Dengan
adanya pengalaman kerja menjadikan seorang karyawan memiliki sikap
kerja yang lebih terampil, cepat, mantap, tenang dalam menganalisa
kesulitan dan siap mengatasinya.
Menurut Oktaviani (2009) dalam Hadiyani, Karmiyati dan
Ingarianti (2013) bahwa senioritas atau masa kerja adalah lamanya
seorang karyawan menyumbangkan tenaganya pada perusahaan tertentu.
Sejauh mana tenaga dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam
bekerja tergantung dari kemampuan, kecakapan dan keteramilan tertentu
agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Masa kerja
merupakan pengalaman individu yang akan menentukan pertumbuhan
dalam pekerjaan dan jabatan. Seperti diungkapkan oleh Andi Mappiare
(1983) dalam Faizin dan Winarsih (2008) bahwa pertumbuhan jabatan
dalam pekerjaan dapat dialami oleh seorang hanya apabila dijalani proses
belajar dan berpengalaman, dan diharapkan orang yang bersangkutan
memiliki sikap kerja yang bertambah maju kearah positif, memiliki
kecakapan (pengetahuan) kerja yang bertambah baik serta memiliki
keterampilan kerja yang bertambah dalam kualitas dan kuantitas. Selain
itu, Allen dan Meyer (1991) dalam Hadiyani, Karmiyati dan Ingarianti
(2013) menyatakan bahwa masa kerja merupakan salah satu karakteristik
demografis yang diduga mempunyai hubungan korelasi dengan
komitmen organisasi. Menurut Seniati (2006) dalam Hadiyani, Karmiyati
dan Ingarianti (2013) menyatakan bahwa masa kerja merupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar