1. Jika pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu
yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka telah
terjadi heteroskedastisitas.
2. Jika tidak ada polda yang jelas, serta titik menyebar diatas dan dibawah
angka nol, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Situasi heteroskedastisitas akan menyebabkan penaksiran koefisien
koefisien regresi menjadi tidak efisien. Untuk menguji ada tidaknya
58
heteroskedastisitas juga bisa menggunakan uji rank-Spearman yaitu dengan
mengkorelasikan variabel independen terhadap nilai absolut dari residual hasil
regresi, jika nilai koefisien kolerasi antara variabel independen dengan nilai absolut
dari residual signifikan, maka kesimpulannya terdapat heteroskedastisitas (Ghozali,
2011: 139)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar