Teori dua faktor dikembangkan oleh Frederick Hezberg. Ia
mengunakan teori Abraham Maslow sebagai acuannya. Menurut
teori ini, kepuasan kerja pegawai bukanlah bergantung pada
pemenuhan kebutuhan saja, melainkan juga bergantung pada
persepsi kelompok pekerja tentang kepuasan kerja dan ketidak
puasan kerja melalui dimensi yang terpisah sebagai mana di
kemukakan oleh hezbreg oleh sebab itu, pegawai dalam
pekerjaannya dapat masuk ke dalam berbagai kombinasi hasil yang
positif yang akan membayangi kepuasan kerja yang tinggi atau
ketidak puasan yang rendah. Berikut faktor faktor yang dapat
mempengaruhi kepuasan kerja yaitu:
Menurut Ghiselli dan Brown dalam As’ad (2004)
(Sinambela, 2017) mengemukaan terdapat lima faktor yang
menimbulkan kepuasan kerja.
1) Kedudukan (posisi). Umumnya, manusia beranggapan bahwa
seseorang pada pekerjaan yang lebih tinggi akan merasa lebih puas
dari pada yang pekerjaannya lebih rendah. Sesungguhnya, hal
tersebut tidak selalu benar, melainkan perubahan dalam tingkat
pekerjaannyalah yang mempengaruhi kepuasan kerja.
2) Golongan. Seseorang yang memiliki golongan yang lebih tinggi
umumnya memiliki gaji, wewenang, dan kedudukan yang lebih
dibandingakn yang lain sehingga menimbulkan perilaku dan
perasaan yang puas terhadap pekerjaannya.
3) Umur. Dinyatakan bahwa ada hubungan antara umur dengan
kepuasan kerja, ketika umur antara 25-34 tahun dan umur 40-45
tahun merupakan umur yang bisa menimbulkan perasaan kurang
puas terhadap pekerjaan.
4) Jaminan financial dan jaminan sosial. Jaminan financial dan
jaminan sosial umumnya berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
5) Mutu pengawasan. Kepuasan pegawai dapat di tingkatkan melalui
perhatian dan hubungan yang baik dari pemimpin dengan bawahan
sehingga pegawai akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian
yang penting dari organisasi kerja.
Kepuasan kerja secara sederhana adalah perasaan seseorang
terhadap pekerjaannya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan
melibatkan aspek-aspek seperti upah atau gaji yang diterima, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan pegawai lainnya,
penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan,
mutu pengawasan. Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan
dirinya antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan, pendidikan.
Pegawai akan merasa puas dalam bekerja apabila aspek-aspek
pekerjaan dan aspek dirinya menyokong dan sebaliknya jika aspek
tersebut tidak menyokong, pegawai tidak akan merasa tidak puas.
1) Keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
karyawan terhadap pekerjaan
2) Pemenuhan kebutuhan yang diperoleh dari hasil suatu pekerjaan.
3) Sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar