Sabtu, 18 November 2023

Faktor-Faktor Pendorong Persaingan


Peneliti hanya akan menggunakan 4 dari 5 indikator dari Model Analisis
Bersaing pada Industri dikarenakan pada penelitian ini, peneliti hanya menemukan 4
indikator yang bisa digunakan sebagai referensi yang mana indikator kelima (Pemasok)
tidak dapat digunakan untuk penelitian peneliti ini. Menurut Michael Porter dalam
Jonathan Sarwono (2012: 201) empat dari lima faktor pendorong persaingan, antara
lain adalah:
a. Ancaman pendatang baru
Semakin berkembang industrinya, semakin menarik perhatian orang untuk
mencoba masuk ke industri tersebut. Pendatang baru pada suatu industri akan
membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut pangsa pasar, dan sering
kali menuntut sumberdaya yang besar yang mengakibatnya harga jual dapat
menjadi turun atau biaya menjadi lebih besar sehingga mengurang kemampuan
laba.
b. Persaingan antar perusahaan dalam satu industri
Dalam suatu industri selalu ada kompetitor yang berlomba untuk mendapatkan
posisi. Kompetitor menyebabkan suatu usaha atau perusahaan harus bersaing
dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan,
peluncuran produk baru, dan meningkatan pelayanan atau jaminan kepada
pelanggan. Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya
tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi.
c. Daya tawar pembeli
Daya tawar pembeli merupakan kemampuan pembeli untuk melakukan
negosiasi atau penawaran. Daya tawar pembeli mempengaruhi daya saing
perusahaan dalam suatu industri. Pembeli bersaing dengan industri dengan cara
memaksa harga turun, melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan mutu
yang lebih baik, dan pelayanan yang lebih baik. d. Ancaman produk subtitusi
Semua perusahaan dalam suatu industri bersaing dengan industri-industri yang
menghasilkan produk subtitusi. Produk subtitusi adalah produk alternatik atau
produk pengganti. Produk pengganti membatasi laba potensial dari industri
dengan menetapkan harga yang dapat diberikan oleh perusahaan dalam
industri. Semakin menarik alternatif harga yang ditawarkan oleh produk
pengganti, semakin ketat pembatasan laba industri.

Tidak ada komentar: