Minggu, 27 Juni 2021
Pertumbuhan Ekonomi Regional (Wilayah) (skripsi dan tesis)
Pertumbuhan ekonomi wilayah adalah pertambahan pendapatan
masyarakat yang terjadi di wilayah tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai
tambah yang terjadi di wilayah tersebut. Pertambahan pendapatan itu diukur
dalam nilai rill, artinya diukur dalam harga konstan. Hal itu juga
menggambarkan balas jasa bagi faktor-faktor produksi yang beroperasi di
daerah tersebut. Kemakmuran suatu wilayah selain ditentukan oleh besarnya
nilai tambah yang tercipta di wilayah tersebut juga oleh seberapa besar terjadi
transfer payment yaitu bagian pendapatan yang mengalir ke luar wilayah atau
mendapat aliran dana dari luar wilayah (Richardson, 1991: 125).
Menurut Sirojuzilam (2008:26) perbedaan pokok antara analisis
pertumbuhan perekonomian nasional dan analisis pertumbuhan daerah adalah
bahwa yang dititikberatkan dalam analisis tersebut belakangan adalah
perpindahan faktor (factors movement). Kemungkinan masuk dan keluarnya
arus perpindahan tenaga kerja dan modal menyebabkan terjadinya perbedaan
tingkat pertumbuhan ekonomi regional. Perkembangan dan pertumbuhan
ekonomi daerah akan lebih cepat apabila memiliki keuntungan absolute kaya
akan sumber daya alam dan memiliki keuntungan komparatif apabila daerah
tersebut lebih efisien dari daerah lain dalam melakukan kegiatan produksi dan
perdagangan.
Teori pertumbuhan ekonomi wilayah menganalisis suatu wilayah
sebagai suatu sistem ekonomi terbuka yang berhubungan dengan wilayahwilayah lain melalui arus perpindahan faktor-faktor produksi dan pertukaran komoditas. Pembangunan dalam suatu wilayah akan mempengaruhi
pertumbuhan wilayah lain dalam bentuk permintaan sektor untuk wilayah lain
yang akan mendorong pembangunan wilayah tersebut atau suatu pembangunan
ekonomi dari wilayah lain akan mengurangi tingkat kegiatan ekonomi di suatu
wilayah serta interrelasi.
Pertumbuhan ekonomi wilayah adalah peningkatan volume variabel
ekonomi dari suatu sub sistem spasial suatu bangsa atau negara dan juga dapat
diartikan sebagai peningkatan kemakmuran suatu wilayah. Pertumbuhan yang
terjadi dapat ditinjau dari peningkatan produksi sejumlah komoditas yang
diperoleh suatu wilayah.
Pertumbuhan ekonomi wilayah adalah pertambahan pendapatan
masyarakat yang terjadi di wilayah tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai
tambah yang terjadi di wilayah tersebut. Adapun macam-macam teori
pertumbuhan wilayah adalah sebagai berikut (Tarigan, 2004:47):
1. Teori Ekonomi Klasik, sistim ekonomi pasar bebas akan menciptakan
efisiensi, membawa ekonomi dalan kondisi full employment, dan menjamin
pertumbuhan ekonomi sampai tercapai posisi stationer (stationary state).
Teori ini membahas tentang kebebasan seluas luasnya dalam menentukan
kegiatan ekonomi yang dirasa paling baik dilakukan.
2. Teori Harrod-Domar dalam sistem regional, faktor-faktor produksi atau
hasil produksi yang berlebihan dapat diekspor dan yang kurang dapat
diimpor. Impor dan tabungan adalah kebocoran–kebocoran dalam
menyedot output daerah. Sedangkan ekspor dan investasi dapat membantu dalam menyedot output kapasitas penuh dari faktor-faktor produksi yang
ada di daerah tersebut. Kelebihan tabungan yang tidak terinvestasikan
secara lokal dapat disalurkan ke daerah-daerah lain yang tercemin dalam
surplus ekspor. Apabila pertumbuhan tenaga kerja melebihi dari apa yang
yang diserap oleh kesempatan kerja lokal maka migrasi neto dapat
menyeimbangkannya.
3. Teori pertumbuhan Neo-klasik, teori ini sering disebut dengan teori SolowSwan yang menyatakan bahwa dalam banyak hal mekanisme pasar dapat
menciptakan keseimbangan sehingga pemerintah tidak perlu terlalu
mencampuri pasar. Campur tangan pemerintah hanya sebatas kebijakan
fiskal dan kebijakan moneter. Suatu daerah akan mengimpor modal jika
tingkat pertumbuhan modalnya lebih kecil dari rasio tabungan domestik
terhadap modal. Dalam pasar sempurna marginal productivity of labour
(MPL) adalah fungsi langsung tapi bersifat terbalik dari marginal
productivity of capital (MPK). Hal ini bisa dilihat dari nilai rasio modal
tenaga kerja.
4. Teori Jalur Tepat (Turnpike), setiap wilayah perlu melihat sektor atau
komoditi apa yang memiliki potensi besar dan dapat dikembangkan secara
cepat, baik karena potensi alam maupun sektor potensi itu memiliki
competitive advantage untuk dikembangkan.
Teori pertumbuhan ekonomi wilayah lebih mengacu pada sektor
regional ada dua, yaitu (Tarigan, 2004:53): a. Teori Basis Ekspor Richardson,
Teori ini murni dikembangkan dalam kerangka ekonomi regional,
teori ini membagi kegiatan produksi atau jenis pekerjaan yang terdapat
didalam suatu wilayah atas pekerjaan basis (dasar) dan pekerjaan servis
(pelayanan), untuk menghindari kesalahpahaman disebut saja sektor nonbasis. Kegiatan basis adalah kegiatan untuk yang bersifat exogenous artinya
tidak terikat pada kondisi internal perekonomian wilayah dan sekaligus
berfungsi mendorong tumbuhnya jenis pekerjaan lainya. Sektor non basis
adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu
sendiri. Jadi pertumbuhan bergantung pada kondisi perekonomian wilayah
secara keseluruhan dan dapat dilihat dari sisi produksi dan sisi pengeluaran.
Teori ini sebenarnya sangat sederhana namun lebih condong pada multiplier
regional, jadi teori ini tidak hanya memasukan ekspor murni saja namun
juga ekspor dalam arti mencangkup barang dan jasa yang dijual keluar
daerah walaupun transaksi itu sendiri terjadi di daerah tersebut. Asumsi
pokok teori ini adalah bahwa ekspor adalah satu satunya unsur independen
dalam pengeluaran, artinya semua unsur pengeluaran lain terikat terhadap
pendapatan. Asumsi lainya ialah bahwa fungsi pengeluaran dan fungsi
impor bertolak dari titik nol sehingga tidak akan berpotongan (intercept).
b. Model Pertumbuhan Interregional
Model ini adalah perluasan dari teori basis ekspor yaitu dengan
menambah faktor-faktor yang bersifat eksogen, dan daerah yang
bersangkutan membahas daerahnya sendiri tanpa membahas dampak daerah lain. Dalam analisisnya memasukkan dampak dari daerah tetangga. Itulah
sebabnya maka dinamakan model interregional. Diasumsikan bahwa selain
ekspor, pengeluaran pemerintah dan investasi juga bersifat eksogen dan
daerah yang bersangkutan terikat pada suatu sistim yang terdiri dari
beberapa daerah yang berhubungan erat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar