Minggu, 27 Juni 2021
Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Wilayah (skripsi dan tesis)
Negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah negara agraris.
Sektor pertanian mendapatkan prioritas utama dalam pembangunan negaranegara berkembang, sebahagian ahli ekonomi memandang sektor pertanian
adalah sektor penunjang yang positif dalam pembangunan ekonomi pada
negara itu. Beberapa ahli telah mengemukakan pentingnya sektor pertanian
dalam pembangunan ekonomi. Todaro (2003: 102) yang mengemukakan
pembangunan pertanian sebagai syarat mutlak bagi pembangunan nasional bagi
khususnya di negara dunia ketiga. Dia melihat sekitar dua per tiga dari bangsa
yang miskin menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, sebagian besar
kelompok miskin tersebut bertempat tinggal di pedesaan. Johnston dan Mellor
(1961) dalam Jhingan (1990: 65) menyebutkan bahwa peranan sektor pertanian
dalam pembangunan ekonomi adalah:
1. Sumber utama penyediaan bahan makanan.
2. Sumber penghasilan dan pajak.
3. Sumber penghasilan devisa yang diperlukan untuk mengimpor modal,
bahan baku, dan lain-lain. 4. Pasar dalam negeri untuk menampung hasil produksi industri pengolahan
dan sektor bahan pertanian lainnya.
Daniel (2002: 41) mengemukakan tiga alasan utama mengapa sektor
pertanian perlu dibangun lebih dulu:
a. Barang-barang hasil industri memerlukan dukungan daya beli masyarakat.
Umumnya pembeli barang-barang hasil industri sebagian besar berada
dalam lingkungan sektor pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
juga memenuhi kebutuhan peralatan dan bahan untuk usaha di sektor
pertanian diperlukan barang hasil industri. Oleh karena itu, masyarakat
sektor pertanian harus ditingkatkan lebih dulu pendapatannya.
b. Untuk menekan ongkos produksi dari komponen upah dan gaji diperlukan
tersedianya bahan-bahan makanan yang murah dan terjangkau, sehingga
upah dan gaji yang diterima dapat dapakai untuk memenuhi kebutuhan
pokok guru dan pegawai. Keadaan ini bisa tercipta bila produksi hasil
pertanian terutama pangan dapat ditingkatkan sehingga harganya lebih
rendah dan terjangkau oleh daya beli.
c. Industri membutuhkan bahan baku yang berasal dari sektor pertanian,
karena itu produksi bahan-bahan industri memberikan basis bagi
pertumbuhan itu sendiri. Keadaan ini bisa tercipta sedemikian rupa
sehingga merupakan suatu siklus dan kerja sama yang saling
menguntungkan
Peranan sektor pertanian juga tercermin pada saat Indonesia dilanda
krisis. Sektor ini terbukti mampu bertahan selama krisis dan dapat tetapmenghasilkan devisa bagi Indonesia disaat sektor-sektor lain ikut terpuruk
terbawa gejolak krisis moneter 1998. Depresiasi rupiah terhadap dollar yang
cukup besar pada saat itu menyebabkan harga komoditi ekspor pertanian dalam
rupiah pada saat itu melonjak sangat tinggi, sehingga mendorong peningkatan
volume ekspor. Peningkatan volume ekspor tersebut juga karena produkproduk Indonesia dapat bersaing baik secara kompetitif maupun secara
komparatif di pasar internasional (Daniel, 2002: 42).
Menurut Soekartawi (2002: 67), pembangunan pertanian pada dasarnya
diarahkan untuk memenuhi keinginan yang ingin dicapai yaitu untuk mencapai
kesejahteraan masyarakat pertanian secara lebih merata. Pembangunan
pertanian dilakukan dengan cara meningkatkan produksi, produktivitas tenaga
kerja, tanah dan modal. Dengan usaha tersebut maka, partisipasi aktif petani
dan masyarakat pedesaan dapat ditingkatkan, sehingga peningkatan tingkat
produksi pertanian dapat dicapai secara efisien dan dinamis diikuti pembagian
surplus ekonomi antar berbagai pelaku ekonomi secara lebih adil, serta
pengembangan sistem agribisnis yang efisien. Sektor pertanian menjadi
prioritas utama karena ditinjau dari berbagai segi memang merupakan sektor
yang cenderung dominan dalam ekonomi nasional. Pembangunan pertanian
didorong dari segi penawaran dan dari segi fungsi produksi melalui penelitianpenelitian, pengembangan teknologi pertanian yang terus-menerus,
pembangunan prasarana sosial dan ekonomi di pedesaan dan investasi-investasi
oleh negara dalam jumlah besar. Pertanian kini dianggap sebagai sektor
pemimpin “leading sector” yang diharapkan mendorong perkembangan sektor-
36
sektor lainnya (Mubyarto, 1999: 13). Secara konseptual maupun empiris sektor
pertanian layak untuk menjadi sektor andalan ekonomi termasuk sebagai sektor
andalan dalam pemerataan tingkat pendapatan masyarakat yang sebagian besar
bekerja di sektor pertanian. Dalam proses transformasi pembangunan juga
mempunyai peran yaitu (Tripustika, 2005: 42):
1) Kontribusi produk, yaitu sektor pertanian berperan sebagai penyedia bahan
pangan bagi pekerja di sektor industri, selain itu juga sebagai penyedia
bahan baku industri.
2) Kontribusi pasar, yaitu rumah tangga di sektor pertanian adalah sasaran
utama konsumsi output yang dihasilkan di sektor industri.
3) Kontribusi devisa, yaitu berperan sebagai penyumbang devisa atas ekspor
barang-barang yang diproduksinya.
Menurut Mosher (1965) dalam Mubyarto (1999: 17) ada lima syarat
mutlak pembangunan pertanian yaitu:
1) Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.
2) Teknologi yang senantiasa berkembang.
3) Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal.
4) Adanya perangsang produksi bagi petani.
5) Tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar