Minggu, 27 Juni 2021
Teori Institusional (skripsi dan tesis)
Teori Institusional (Institusional Theory) atau teori
kelembagaan yaitu terbentuknya organisasi karena adanya tekanan
lingkungan institutional yang menyebabkan terjadinya
institutionalisasi. Pemikiran yang mendasari teori ini adalah
pemikiran bahwa untuk bertahan hidup, suatu organisasi harus
mampu meyakinkan kepada publik atau masyarakat bahwa
organisasi adalah suatu entitas yang sah (legitimate) serta layak
untuk didukung (Ridha dan Basuki, 2012). Teori Institusional yang
dikemukakan oleh Scott (2008) menjelaskan bahwa teori ini
digunakan untuk menjelaskan tindakan dan pengambilan keputusan
dalam organisasi publik.
Teori Institusional telah muncul menjadi terkenal sebagai
penjelas yang menguatkan, baik untuk tindakan-tindakan individu
maupun organisasi yang disebabkan oleh faktor eksogen, faktor
eksternal, faktor sosial, faktor ekspektesi masyarakat, dan faktor
lingkungan. Teori Institusional ini mendefinisikan bahwa organisasi
yang mengedepankan legitimasi akan memiliki kecenderungan untuk
berusaha menyesuakan diri pada harapan eksternal ataupun harapan
sosial dimana organisasi tersebut berada (Fitrianto, 2015). Penyesuaian terhadap harapan eksternal atau harapan harapan
sosial dapat menyebabkan timbulnya kecenderungan organisasi untuk
memisahkan kegiatan pribadi mereka dan berfokus pada sistem yang
sifatnya simbolis pada pihak eksternal. Organisasi publik yang
cenderung fokus pada perolehan legitimasi maka bisa jadi akan
memiliki kesamaan atau isomorfisme (isomorphism) dengan
organisasi publik lainnya. Perspektif yang dikemukakan oleh Ridha
dan Basuki (2012) menyebutkan bahwa muncul bentukan-bentukan
dari Institusional yang bersifat isomorphism.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar