Modal sosial adalah sumber daya yang dapat dipandang sebagai investasi
untuk mendapatkan sumber daya baru. Seperti diketahui bahwa sesuatu yang
disebut sumber daya (resources) adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk
dikonsumsi, disimpan dan diinvestasikan. Sumber daya yang digunakan untuk
investasi disebut sebagai modal. Dimensi modal sosial cukup luas dan kompleks.
Modal sosial berbeda dengan istilah populer lainnya yaitu Modal Manusia (human
capital). Pada modal manusia segala sesuatunya lebih merujuk ke dimensi
individual yaitu daya dan keahlian yang dimiliki oleh seorang individu. Pada modal
sosial, lebih menekankan pada potensi kelompok dan pola hubungan antar individu
dalam suuatu kelompok dan antar kelompok dengan ruang perhatian pada jaringan
sosial, norma, nilai dan kepercayaan antar sesama yang lahir dari anggota
kelompok dan menjadi norma kelompok. Modal sosial juga sangat dekat dengan
terminologi sosial lainnya seperti yang dikenal sebagai kebajikan sosial (sosial
virtue). Perbedaan keduanya terletak pada dimensi jaringan. Kebajikan sosial akan
sangat kuat dan berpengaruh jika di dalamnya melekat perasaan keterikatan untuk
saling berhubungan yang bersifat imbal balik dalam suatu bentuk hubungan sosial.
Inti telaah Modal Sosial terletak pada bagaimana kemampuan masyarakat
dalam suatu entitas atau kelompok untuk bekerjasama membangun suatu jaringan
untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama tersebut diwarnai oleh suatu pola
30
interrelasi yang imbal balik dan saling menguntungkan dan dibangun di atas
kepercayaan yang ditopang oleh norma – norma dan nilai – nilai sosial yang positif
dan kuat. Kekuatan tersebut akan maksimal jika didukung oleh semangat proaktif
membuat jalinan hubungan di atas prinsip – prinsip yang telah disebutkan.
Modal sosial juga akan memiliki pengaruh yang kuat terhadap organisasi
modern bahkan terhadap kelembagaan formal dan informal. Dengan adanya modal
sosial yang kuat akan mempermurah berbagai bentuk biaya transaksi. Modal sosial
erat kaitannya dengan rasa saling percaya yang tinggi dan kuatnya spirit
kebersamaan, apakah kebersamaan dalam organisasi maupun kebersamaan antar
organisasi dengan relasi diluarnya. Modal sosial akan memperbesar tingkat
koherensi tindakan berkaitan dengan stabilnya organisasi dan adanya saling
pengertian bersama.
Masyarakat yang memiliki modal sosial yang kuat dan memiliki asosiasi –
asosiasi informal yang kuat akan mampu pula mendorong kemunculan organisasi –
organisasi modern yang juga kuat. Para anggota organisasi yang dibentuk akan
terbiasa dengan nilai dan norma serta berhubungan dengan sesama atas prinsip –
prinsip keterbukaan, etika yang tinggi dan mampu memperlebar jaringan – jaringan
interaksi guna memperkuat jaringan organisasi yang dibentuk. Apapun bentuk
organisasinya jika didirikan diatas pondasi masyarakat yang memiliki rasa saling
percaya yang tinggi akan mendorong perkembangan organisasi tersebut dengan
cepat dan positif. Sebuah institusi formal maupun informal akan kuat apabila
manusia di dalamnya memiliki modal sosial yang juga kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar