Senin, 05 Desember 2016

Metode Kooperatif TAI (Student Team Achievement Divison) (skripsi dan tesis)


Team Assisted Individualization (TAI) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang diperkenalkan oleh Slavin, Leavey, dan Madden pada tahun 1986. Terjemahan bebas dari istilah tersebut adalah Bantuan Individual Dalam Kelompok (BIDAK). Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah, ciri khas pada tipe Team Assisted Individualization (TAI) ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Pola komunikasi guru adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi.
Prinsip dasar dalam model pembelajaran tipe Team Assisted Individualization (TAI) adalah menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual, siswa secara individu belajar materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan guru dalam jumlah tertentu dan siswa dengan kemampuan yang lebih unggul memberikan bantuan kepada anggota lain dalam kelompoknya jika mengalami kesulitan dalam mempelajari materi pembelajaran. Dalam pembelajaran Tipe Team Assisted Individualization (TAI) siswa belajar pada tingkat kemampuan mereka sendiri-sendiri. Sehingga kecepatan belajar pada proses pembelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Selain itu pembelajaran dalam kelompok kecil tipe TAI mengutamakan pemberian bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa yang mengalami kesulitan akan dibantu siswa yang lebih paham atau yang berkemampuan tinggi. Agar semua siswa memahami materi yang disampaikan dan diharapkan pula adanya peningkatan hasil belajar siswa.
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI memiliki delapan komponen seperti yang dikemukakan Slavin (2009 : 195 - 200) yaitu sebagai berikut :
1.        Team, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 5 peserta didik.
2.        Placement test, yaitu pemberian pretest kepada peserta didik atau melihat rata-rata nilai harian peserta didik agar guru mengetahui kelemahan peserta didik pada bidang tertentu.
3.        Student creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
4.        Team study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada peserta didik yang membutuhkan.
5.        Team scorers and team recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam mengerjakan tugas.
6.        Teaching group, yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
7.        Fact test, yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh peserta didik.
8.        Whole-class unit, yaitu pemberian materi oleh guru kembali diakhir waktu pembelajaran.
 Slavin (2009 : 160) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TAI mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
a.    Guru akan terlibat secara minimal dalam pengaturan dan pengecekan rutin.
b.    Guru akan menggunakan paling sedikit separuh waktunya mengajar dalam kelompok-kelompok kecil.
c.    Pelaksanaan program sederhana.
d.   Siswa akan termotivasi pada hasil secara teliti dan cepat.
e.    Para siswa dapat mengecek pekerjaan satu sama lain.
f.     Programnya mudah dipelajari, baik oleh guru maupun siswa.
g.    Dengan membuat para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kooperatif, dengan kelompok yang heterogen mampu membangun kondisi untuk terbentuknya sikap-sikap positif.
Selain memiliki keunggulan, model pembelajaran kooperatif tipe TAI juga mempunyai kekurangan-kekurangan. Sugandi (2005:27) menyebutkan kekurangan tersebut antara lain, dibutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama untuk pembuatan dan pengembangan perangkat pembelajaran. Selain itu, apabila siswa dalam kelas sangat besar, maka guru akan mengalami kesulitan dalam membimbing siswa yang membutuhkan bimbingan

Tidak ada komentar: