Senin, 21 Januari 2019

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Etos Belajar Islami (skripsi dan tesis)


Menurut Abudin Nata, secara esensial pendidikan Islam setidaknya terdiri dari tiga unsur pokok; yakni pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan. Ketiga unsur ini akan membentuk suatu triangle, jika hilang salah satu komponen tersebut, maka hilanglah hakikat dari pendidikan Islam. Oleh karena dalam memberikan pendidikan dari guru kepada murid atau dari pendidik kepada peserta didik memerlukan sebuah materi untuk mencapai tujuan, maka menurut penulis materi juga merupakan komponen inti dalam pendidikan Islam.
Sedangkan menurut Ya’qub mengatakan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi etika, akhlak, atau moral yaitu faktor intern dan faktor ekstren.
1.    Faktor Intern
Yang dimaksud faktor intern adalah faktor yang datang dari diri sendiri yaitu fitrah yang suci yang merupakan bakat bawaan sejak lahir dan mengandung pengertian tentnag kesucian anak yang lahir dari pengaruh-pengaruh luar sebagaimana firman Allah:
 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah): (tetapalah atas) fitrah Allah yang telah mencipatakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar-Ruum: 30).
Dengan demikian setiap anak yang lahir ke dunia ini telah memiliki naluri keagamaan yang nantinya akan mempengaruhi dirinya, seperti unsur-unsur yang ada dalam dirinya turut membentuk etika, akhlak atau moral, antara lain:
a. Instik dan akal
b. Adat istiadat                                                                                       
c. Kepercayaan
 d. Keinginan-keinginan
e. Hawa nafsu
 f. Hati nurani
2.        Faktor ekstern
 Faktor ekstern adalah faktor yang mempengaruhi kelakuan atau perbuatan manusia yang meliputi:
a.       Pengaruh keluarga
Setelah anak lahir, maka akan terlihat dengan jelas fungsi keluarga dalam pendidikan, yaitu memberikan pengalaman kepada anak, baik melalui pemeliharaan, pembinaan dan pengarahan yang menuju pada bentuknya tigkah laku yang diinginkan oleh orang tua. Orang tua (keluarga) merupakan pusat kegiatan rohani bagi anak yang pertama, baik itu tentang sikap, cara berbuat, cara berfikir itu akan kelihatan.
Keluargapun sebagai pelaksana pendidikan Islam yang akan mempengaruhi dalam pembentukan etika atau akhlak yang mulia.
b.         Pengaruh sekolah
Sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang kedua setelah pendidikan keluarga, disana dapat mempengaruhi etika atau akhlak anak. Yunus, (1987: 37), mengatakan bahwa: “Di dalam sekolah berlangsung beberapa bentuk dasar dari kelangsungan pendidikan pada umumnya, yaitu pembentukan sika-sikap dan kebiasaan-kebiasaan yang wajar, perangsang dari potensi-potensi anak, perkembangan dari kecakapan pada umumnya belajar kerjasama dengan kawan sekelompok, melaksanakan tuntunan dan contoh-contoh yang baik, belajar menahan diri demi kepentingan orang lain”.
c.         Pengaruh masyarakat
Masyarakat dalam pengertian yang sederhana adalah kumpulan individu dalam kelompok yang diikat dalam ketentuan negara kebudayaan dan agama. Yunus, (1978: 33), mengungkapkan: “Lingkungan dan alam sekitar mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membentuk etika lingkungan yang baik akan menarik anak-anak untuk beretika baik. Jika lingkungan jahat maka akan menarik anak untuk beretika jahat atau buruk. oleh karena itu haruslah pendidik memperhatikan lingkungan yang berhubungan dengan anak-anak di luar rumah tangga. Mereka akan mencontoh etika yang disekitar mereka dan ditirunya perkataan dan oerbuatan mereka dengan tiada disadarinya.” Dengan demikian pembentukan etika yang baik dan mulia membutuhkan pendidikan, baik dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan 50 masyarakat dengan ditetapkannya kebiasaan-kebiasaan, latihan-latihan serta contoh-contoh yang baik sehingga abak dapat memahami dan mengetahui berbagai corak kegiatan tingkah laku lebih-lebih dalam pembentukan etika yang baik atau akhlak yang mulia.