Jumat, 28 Januari 2022

Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Pengungkapan Modal (skripsi dan tesis)


Intelektual
Kepemilikan manajerial yang lebih tinggi dapat mengurangi konflik
antara principal dan agen yang lebih rendah karena manajer akan
meningkatkan kinerja mereka untuk menghasilkan banyak insentif.
Adanya kepemilikan manajerial dalam suatu perusahaan akan mendorong
penyatuan antara kepentingan prinsipan dengan agen sehingga manajer
akan bertindak sesuai dengan yang diharapkan para pemegang saham.
Kepemilikan manajerial membuat para pemegang saham di luar manajer
tidak perlu meningkatkan pengawasan terhadap kinerja manajer (Jensen
dan Meckling, 1976).
Khafid dan Alifia (2018) melakukan penelitian terhadap perusahaan
sector keuangan yang terdaftar di BEI dan menemukan bahwa kepemilikan
manajerial berpengaruh negatif terhadap tingkat pengungkapan modal
intelektual, ini karena manajer perusahaan lebih mengetahui informasi
tentang perusahaan termasuk informasi modal intelektual, sehingga tidak
tergantung pada informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Utama dan Khafid (2015) juga
menemukan bahwa kepemilikan saham yang tinggi oleh manajemen akan
membuat manajemen tersebut cenderung membuat tingkat pengungkapan
modal intelektual di perusahaan rendah, karena perusahaan tidak memiliki
hubungan yang intensif dengan pihak eksternal, dan pihak manajerial
sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan telah memperoleh lebih
banyak informasi daripada informasi yang tercantum dalam laporan
tahunan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Aisyah dan Sudarno (2014) yang menemukan bahwa kepemilikan
manajerial berpengaruh negatif terhadap pengungkapan modal intelektual
dikarenakan perusahaan dengan kepemilikan manajerial yang tinggi
merasa tidak perlu untuk mengungkapkan informasi yang lebih luas
kepada pihak lain. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut maka dapat
disimpulkan semakin besar tingkat kepemilikan manajerial dalam suatu
perusahaan maka semakin sempit tingkat pengungkapan modal
intelektualnya.
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan hipotesis pertama yang akan
dilakukan dalam penelitian ini adalah hipotesis yang berhubungan dengan
pengaruh kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan modal
intelektual.
H1a: Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap
pengungkapan modal intelektual di Indonesia.
H1b: Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap
pengungkapan modal intelektual di Malaysia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar