Jumat, 28 Januari 2022

Teori Agensi (skripsi dan tesis)


Teori agensi menurut Jensen dan Meckling (1976) adalah suatu
hubungan dimana satu orang atau lebih (principal) melibatkan orang lain
(agent) untuk melakukan beberapa pekerjaan atau kegiatan atas nama mereka
dan mendelegasikan beberapa otoritas pengambilan keputusan kepada agen.
Hubungan keagenan dalam perusahaan dapat digambarkan dengan hubungan
antara pemilik dan para pemegang saham sebagai pihak yang disebut
principal dan pihak manajemen perusahaan sebagai pihak yang disebut agent.
Teori agensi yang baik dapat terwujud apabila psinsipal dan agen memiliki
tujuan yang sama yaitu memaksimalkan nilai perusahaan, sehingga kedua
belah pihak tersebut akan memiliki pemikiran yang sama.
Menurut Purwantini (2011) terdapat tiga jenis konflik keagenan yang
biasanya terjadi pada suatu perusahaan, yaitu konflik antara pemegang saham
dengan manajemen, konflik antara pemegang saham mayoritas dengan
minoritas, dan konflik antara pemegang saham dengan pemberi utang. Akan
tetapi yang paling sering terjadi diantara ketiga konflik tersebut adalah konflik
antara pemegang saham dengan manajemen. Oleh karena itu, teori keagenan
pada umumnya lebih menekankan pada kontrol atau pengawasan yang
efisiensi dalam hubungan antara pemegang saham dengan agen dengan
harapan dapat meminimumkan konflik keagenan.

Tidak ada komentar: