Kamis, 27 Januari 2022

Definisi Job Involvement (skripsi dan tesis)


Job involvement atau biasa disebut keterlibatan kerja menurut Brown (1996,
dalam Wahyuni, 2013) menyatakan bahwa seberapa penting pekerjaan bagi dirinya
dan keberpihakan secara psikologis seseorang pada organisasi. Seseorang dengan
tingkat job involvement tinggi akan memihak dan terstimulasi sangat baik dalam
pekerjaan yang dilakukan. Pendapat selaras dengan Robbins (2009) yang
menyatakan seseorang dengan job involvement tinggi akan sangat peduli serta
melebur dengan pekerjaan yang dilakukan (dalam Dari, 2016).
Lodahl dan Kejner (1965, dalam Cohen, 2003) dinyatakan bahwa job
involvement adalah seberapa jauh tingkatan performansi kinerja seseorang secara 
psikologis dapat memengaruhi dan seseorang bisa mengidentifikasikan diri meraka
dengan pentingnya pekerjaan bagi diri mereka. Steers dan Porter (1991)
menyatakan keterlibata kerja merupakan seberapa besar seseorang tertarik terhadap
pekerjaan serta seseorang tidak hanya merasa bahagia ataupun puas, melainkan
dapat bertanggung jawab dengan pekerjaan yang telah dibebankan (dalam Ansel
dan Wijono, 2012).
Menurut Saxena (2015), job involvement merupakan keterkaitan antara
psikologis sesorang terhadap pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan
mengenai citra diri. Selain itu, job involvement terkait dengan karakteristik
seseorang serta sifat seseorang dari tugas yang berperan meningkatkan faktor sosial
sebagai contoh antara lain, kerja sama tim, seberapa besar karyawan mendukung
perubahan dalam organisasi, partisipasi dalam pengambilan keputusuan, dapat
memberikan prestasi serta peningkatan kinerja dengan mempertimbangkan sudut
pandang karyawan yang diajak berdiskusi (Bahram, 2010, dalam Septiadi,
Sintaasih, Wibawa, 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar