Komitmen manajemen sebagai penerimaan yang
kuat pada individu terhadap tujuan dan nilai-nilai
organisasi, individu yang berupaya dan berkarya yang
memiliki hasrat untuk tetap bertahan diorganisasi tersebut
(Yesnita, 2016). Menurut Syarmenda (2016)
mendefinisikan bahwa komitmen manajemen yaitu kemampuan dan kemauan guna menyelaraskan perilaku
pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi.
Komitmen manajemen yaitu komitmen dalam
berorganisasi sebagai suatu konstruk psikologis yang
merupakan karakteristik hubungan antara anggota
organisasi dengan organisasinya, dan memiliki implikasi
terhadap keputusan individu untuk melanjutkan
keanggotaannya pada organisasinya tersebut (Solin, 2013).
Individu yang komitmen terhadap organisasi akan
menujukkan sikap dan perilaku positif terhadap
organisasinya. Mereka akan menumbuhkan loyalitas yang
tinggi terhadap organisasinya untuk tetap membela
organisasinya, berusaha meningkatkan prestasi, dan
mempunyai keyakinan yang pasti, guna mewujudkan tujuan
organisasi. Menurut DiMaggio dan Powel (1983) dalam
Sihaloho (2013) menjelaskan bahwa isomorfisme normatif
yang terkait dengan profesionalisme. Perubahan
institusional dapat berdampak pada masalah karakter dan
integritas organisasi.
Strategi integritas merupakan sesuatu yang lebih
luas, lebih mendalam, dan juga lebih menuntut daripada
inisiatif kepatuhan atas hukum. Kepatuhan atas hukum dan
peraturan akan terwujud dengan baik ketika diikuti oleh komitmen manajemen yang kuat. Institusional sebagai
proses dalam organisasi untuk menetapkan suatu karakter
yang ditentukan oleh komitmen organisasi dengan nilainilai dan prinsip-prinsip (Ridha dan Basuki, 2012).
Kesimpulan komitmen manajemen dari ketiga
pendapat tersebut adalah suatu kemauan antara individu
dengan organisasi yang ditempati untuk saling
menyelaraskan pemikiran dan saling bekerja sama, guna
mencapai tujuan yang maksimal dalam organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar