Minggu, 27 Juni 2021
Modal sosial Kepariwisataan pulau Sumatera Modal (skripsi dan tesis)
sosial yang dimiliki oleh Propinsi
Sumatera Utara dalam bidang Pariwisata
yang dimilikinya adalah keberagaman
etnis yang terdapat di Sumatera Utara.
Pengembangan kepariwisataan di daerah
ini harus mengeksplorasi keberagaman
etnik dengan segala keunikannya.
Keberhasilan kepariwisataan ditandai
dengan semakin meningkatnya jumlah
kunjungan wisatawan ke satu daerah baik
wisatawan domestik maupun manca
Negara. Secara sosiologis, peningkatan
jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera
adalah dengan memanfaatkan modal sosial
yang dimiliki. Modal sosial kepariwisataan
adalah sinergitas kebijakan dan program
peningkatan kepariwisataan di antara
pemangku kepentingan. Modal sosial yang
dimiliki yang memiliki sinergitas
kebijakan dan program terpadu pada
akhirnya dapat meningkatkan rasa saling
percaya (mutual trust) baik secara internal
sesama pemangku kepentingan
(pemerintah; masyarakat; dunia usaha)
maupun secara eksternal terhadap turis
yang datang. Rasa saling percaya yang
meningkat terhadap pemangku
kepentingan dengan turis akan melahirkan
rasa nyaman bagi pihak turis sehingga
tingkat kunjungan diharapkan akan
meningkat dari waktu ke waktu.
Pentingnya mengeksploitasi modal sosial
dalam kegiatan kepariwisataan pada
akhirnya memunculkan paradigma baru
pengelolaan kegiatan kepariwisataan yaitu
berkualitas; berkelanjutan; berkerakyatan.
Wujud dari paradigma ini adalah tujuan
wisata Sumatera tidak hanya semata
menawarkan keindahan alam tetapi juga
daya tarik masyarakatnya yang memiliki
tradisi, budaya dan adat istiadat yang
berbeda diantara etnik yang ada) seperti
Melayu; Batak; Karo; Mandailing;
Simalungun; Pakpak; Nias; Jawa di
Sumatera Utara, Suku Minang dan Melayu
di Propinsi Riau Propinsi Jambi, Sumatera
Selatan; Bengkulu yang memiliki
keunikan sendiri dan merupakan modal
sosial yang besar untuk mendorong
pariwisata di Sumatera. Oleh karena itu,
keterlibatan masyarakat, trust, kepedulian,
kekuatan anggota, jaringan dan koneksi
untuk kepariwisataan harus ditingkatkan.
Trust atau kepercayaan menghasilkan
ongkos transaksi yang rendah melalui
turunnya biaya: informasi pasar, informasi
asimetris dapat dihindarkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar