Minggu, 27 Juni 2021
Kinerja Kelembagaan (skripsi dan tesis)
Peterson (2003) mengemukakan definisi kinerja kelembagaan yang
akan di jelaskan sebagai berikut:
Kinerja kelembagaan didefinisikan sebagai kemampuan suatu
kelembagaan untuk menggunakan sumberdaya yang dimilikinya
secara efisien dan menghasil-kan output yang sesuai dengan
tujuannya dan relevan dengan kebutuhan peng-gunanaya.
Menurut Mackay (1998) terdapat empat dimensi untuk
mempelajari suatu kelembagaan yaitu: 1. kondisi lingkunagn eksternal. Lingkungan sosial dimana
suatu kelembagaan hidup merupakan faktor pengaruh yang
dapat menjadi pendorong dan sekaligus pembatas seberapa
jauh suatu kelembagaan dapat beroperasi. Lingkungan yang
dimaksud berupa kondisi politik dan pemerintahan,
sosiokultural, teknologi, kondisi perekonomian, berbagai
kelompok kepentingan, infrastruktur, serta kebijakan
terhadap pengelolaan sumberdaya alam. Seluruh komponen
lingkungan tersebut dipelajari dan dianalisis bentuk
pengaruhnya terhadap kelembagaan.
2. motivasi kelembagaan. Kelembagaan dipandang sebagai
suatu unit kajian yang memiliki jiwanya sendiri. Terdapat
empat aspek yang dipelajari untuk mengetahui motivasi
kelembagaan, yaitu sejarah kelembagaan, misi yang
diembannya, kultur yang menjadi pegangan dalam bersikap
dan perilaku anggotanya, serta pola penghargaan yang
dianut.
3. kapasitas kelembagaan. Pada bagian ini dipelajari bagaimana
kemampuan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Kemampuan tersebut diukur dalam lima aspek, yaitu:
strategi kepemimpinan yang dipakai, perencanaan program,
manajemen dan pelaksanaannya, alokasi sumberdaya yang
dimiliki, dan hubungan dengan pihak luar yaitu terhadap
clients, partners, government policymakers, danexternal donors.
Terdapat tiga hal pokok yang harus diperhatikan yaitu keefektifan
kelembagaan dalam mencapai tujuannya, efisiensi penggunaan sumberdaya,
dan keberlanjutan kelembagaan berinteraksi dengan para kelompok
kepentingan luarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar