Jumat, 27 September 2019

Intensi Keluar (skripsi dan tesis)

 Berdasarkan Jaros (1997), intensi keluar mengacu pada kecenderungan karyawan untuk berhenti menjadi bagian dari keanggotaan organisasional. Sesungguhnya, intensi keluar merupakan awal dari perilaku perputaran kerja (turnover) yang secara langsung dan mencerminkan suatu kombinasi dari sikap pengunduran diri karyawan (Jaros et al., 1993). Pengunduran diri merupakan suatu cara pemecahan utama yang dilakukan karyawan ketika mereka merasakan ketidakseimbangan dalam kaitannya dengan hubungan ketenaga-kerjaan (Bunderson, 2001; Robinson & Morrison, 1995; Rousseau, 1995). Robinson (1994) berargumentasi bahwa, keberlanjutan karyawan untuk tetap bekerja merupakan kontribusi tersendiri yang meningkatkan persepsi entitlement karyawan dan mengurangi persepsi mereka mengenai balas budi.
 Lebih lanjut, pada kasus pemutusan kontrak psikologis karyawan cenderung untuk keluar dari keorganisasian. Namun, terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan, yaitu: 
a) alternatif pekerjaan yang tersedia, berdasar pada karakteristik individual, seperti keterampilan, usia, dan faktor eksternal seperti tingkat pengangguran; 
b) sosial, psikologis, dan beberapa biaya yang terkait apabila meninggalkan organisasi. 
Ketika tidak adanya alternatif pekerjaan lain yang lebih atraktif dan memungkinkan, atau keluar dari organisasi merupakan suatu biaya yang tinggi, karyawan akan merasa terkunci di dalam organisasi tersebut (Jaros et al., 1993). Intensi keluar merupakan konsekuensi dari perubahan organisasional yang akan dibahas dalam penelitian ini. Hal ini terjadi karena organisasi dengan tingkat turnover yang tinggi akan berdampak negatif bagi organisasi. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah berupa ketidakstabilan kondisi tenaga kerja serta peningkatan biaya sumber daya manusia. Hal ini membuat organisasi tidak efektif, karena kehilangan karyawan yang sudah berpengalaman dan harus melakukan pelatihan kembali karyawan baru. Penelitian Dalton dan Todor (1993) mengemukakan dampak negatif turnover, yaitu pada kualitas dan kemampuan menggantikan (replacebility) individu yang meninggalkan atau keluar dari organisasi. 

Tidak ada komentar: