Stres pada mahasiswa kedokteran merupakan suatu fenomena yang dapat ditemui di berbagai dunia. Studi pada negara di Asia sepertidi Thailand dan Malaysia telah melaporkan stres di kalangan mahasiswa. Di Malaysia tingkat stres pada mahasiswa mencapai 41,9%. Di Thailand tingkat stres pada mahasiswa kedokteran mencapai 61,4%. Tingkat stres berbanding lurus dengan tingkat insomnia. Menurut Rafknowledge (2004) semakin tinggi tinggakt stres pada seseorang maka kebutuhan tidur akan berkurang. Dr. Nino Murcia di Stanford AS mengatakan hal ini disebabkan oleh kereganganpikiran seseorang terhadap sesuatu yang kemudian mempengaruhi sistem syaraf pusat (SSP) sehingga kondisi fisik senantiasaterjaga. Stres akan mempengaruhi kerja daerah Raphe nucleus, yaitu daerah yang mengatur proses emosi yang ternyata memberi dampak terhadap daerah hypotalamus di otak tepatnya di SCN (Supra Chiasmatic Nucleus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar